Kobar Peringkat ke 6 Kepatuhan Pelaporan TPID

Penjabat Bupati Kotawaringin Barat, Anang Dirjo.

PANGKALAN BUN – Kabupaten Kotawaringin Barat kembali mengukir prestasi di tingkat Nasional. Kali ini Kementerian Dalam Negeri memberikan penilaian tentang pengendalian inflasi, dan Kabupaten Kobar menduduki peringkat ke 6 dalam kepatuhan laporan pengendalian inflasi.

Penjabat Bupati Kobar Anang Dirjo mengatakan, penilaian yang diberikan Kementerian Dalam Negeri atas kepatuhan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kotawaringin Barat, bahwa pelaporan TPID Kobar telah mencapai 100 persen dalam pelaporan pengendalian inflasi sepanjang tahun 2022.

Dimana menurut Anang Dirjo, Kementerian Dalam Negeri menilai ada 19 Pemerintah Daerah (Pemda) se – Indonesia yang telah mencapai angka 100 persen dalam kepatuhan laporan TPID, diantaranya Kabupaten Kotawaringin Barat menduduki peringkat ke 6.

BACA JUGA:   Rochim Hidayat: BKAD Kobar Setahun Harus Menyelesaikan 22.000 SP2D

“Untuk regional Kalimantan, hanya Kabupaten Kotawaringin Barat yang masuk dalam kepatuhan laporan TPID, tentunya ini sebuah capaian yang besar dan sebagai wujud bahwa pemerintah daerah Kotawaringin Barat berkomitmen dalam menekan lajunya inflasi,” kata Anang Dirjo, Selasa, 17 Januari 2023.

Lanjut Anang Dirjo, sebelumnya juga, Kementerian Dalam Negeri telah memberikan penilaian terbaik bagi Kabupaten Kotawaringin Barat, sebab Dari 174 Pemerintah daerah se-Indonesia, Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi salah kabupaten terbaik di Kalimantan Tengah yang mampu mengendalikan inflasi.

“Masalah inflasi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat, dan Pemerintah daerah Kobar pun bersinergi melakukan upaya pengendalian inflasi di daerah, dan Alhamdulillah hasilnya Kobar salah satu kabupaten terbaik di Provinsi Kalteng dalam melakukan upaya konkrit pengendalian inflasi,” ujar Anang Dirjo.

BACA JUGA:   Bakal Ramai, Cell Com Tronic Gelar Pengundian Kupon Berhadiah 1 Unit Rumah

Seraya menambahkan, beberapa upaya yang dilakukan Pemda Kobar dalam menangani inflasi yaitu, selain melakukan sidak ke pasar, juga pemerintah daerah memberikan imbauan kepada seluruh distributor agar tidak menahan barang, melakukan operasi pasar dan menjaga pasokan.

“Berkaitan dengan jumlah bahan pokok yang tersedia di Kobar, ketersediaannya aman sampai 2 bulan ke depan, seperti stok beras dari Distributor dan Bulog yaitu 648.203 ton, tepung terigu 533,36 ton, Gula Pasir 198,628 ton dan minyak goreng 98,585 ton,” pungkas Anang Dirjo. (Man).

(Visited 18 times, 1 visits today)