Tahun 2023 Sukamara Terapkan E-Kinerja

Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan dan Umum Setda Sukamara, Evy Andriani.

SUKAMARA – Tahun ini Pemerintah Kabupaten Sukamara sudah mulai menerapkan sistem E-Kinerja sehingga sistem kinerja pegawai bisa dilihat melalui perangkat elektronik.

Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan dan Umum Setda Sukamara, Evy Andriani mengatakan bahwa sistem E-Kinerja yang telah berlalu mulai tahun ini telah digunakan untuk menyusun Sasaran Kerja Pegawai (SKP) secara digital.

“Sebelumnya penyusunan SKP dilakukan secara manual dan sekarang dengan sistem digital sehingga atasan atau pimpinan lebih mudah dalam melakukan penilaian seperti saat pegawai melakukan input pekerjaan harus lengkap dengan evidence atau bukti seperti dokumentasi foto, administrasi dan lainnya yang dilampirkan saat penyusunan SKP,” terang Evi Andriani usai memimpin rapat terkait pelaksanaan E-Kinerja di aula Kantor Bupati, Rabu 18 Januari 2023.

BACA JUGA:   BPBD Sukamara Imbau Warga Pesisir dan Bantaran Sungai Waspada Potensi Bencana 

Evi Andriani menerangkan jika aplikasi E-Kinerja yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sukamara merupakan hasil adopsi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN), hal itu membuat laporan harus dilakukan setiap bulan.

Sedangkan sebelunya pada saat sistem manual biasanya laporan dan SKP dibuat diawal tahun dan dilaporkan pada akhir tahun.

“Dengan sistem ini maka wajib bagi pegawai yang menyusun SKP untuk menyusun jadwal penyelesaian pekerjaannya dan dilaporkan sesuai dengan kemajuan dari pekerjaannya,” terang Evi Andriani.

BACA JUGA:   Pemkab Sukamara Sampaikan Hasil Rekapitulasi SKPD dengan Penyerapan Anggaran Tertinggi Tahun 2022

Dari hasil E-Kinerja ini lanjut Evi Andriani, nantinya akan digabungkan dengan E-Presensi, dimana nilai kedua akan menentukan besaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) atau tunjangan kinerja yang akan diterima oleh pegawai yang bersangkutan.

“Untuk E-presensi saat ini kita memang sudah dapat dari BKN meskipun sifatnya hanya contoh dan kita juga diminta untuk menginventarisir apa saja yang belum terakomodir dalam E-presensi tersebut,” jelasnya.

“Setelah diakomodir diharapkan nantinya bisa jalan sesuai situasi dan kondisi yang ada di daerah,” tukas Evi Andriani. (enn).

(Visited 6 times, 1 visits today)