Gubernur Akan Memacu Percepatan Digitalisasi di Kalteng

IST/BERITA SAMPIT - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat audiensi pertemuan terbatas dengan Menteri PANRB RI Abdullah Azwar Anas.

JAKARTA – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, bahwa pihaknya akan memacu percepatan digitalisasi di Kalteng. Era saat ini begitu cepat berubah dan menuntut untuk beradaptasi, tidak ada kata lain di era digitalisasi saat ini, berhenti terinjak, mundur hancur, maka pilihannya hanya satu yaitu harus maju.

Hal ini ia sampaikan saat melakukan audiensi pertemuan terbatas dengan Menteri PANRB RI Abdullah Azwar Anas, bertempat di Lantai II Ruang Rapat Utama Menteri PANRB, Kamis 19 Januari 2023 kemaren.

Menurutnya, dalam menerapkan SPBE tentu kesiapan yang paling utama adalah infrastruktur teknologi yang membutuhkan biaya besar, serta penyediaan SDM yang unggul dan kompeten dalam penguasaan teknologi.

“Teknologi membutuhkan biaya besar, namun untuk meraih keuntungan yang lebih besar pula, dan dalam pelaksanaannya yang paling penting adalah sinergisitas antar sektor agar tujuan bisa tercapai,” ucapnya melalui rilis yang diterima pada Jumat 20 Januari 2023.

BACA JUGA:   Pakuwojo Memberikan Kontribusi Positif Dalam Membangun Kalteng

Sebagai informasi, SPBE merupakan penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada masyarakat. SPBE bertujuan untuk bisa mewujudkan responsif yang cepat dari Pemerintah kepada masyarakat terutama di bidang administrasi negara.

Penerapan SPBE diharapkan bisa menyediakan sesuatu yang aktual dan dapat langsung diakses khususnya bagi masyarakat yang menjadi objek layanan. Di samping itu, masyarakat juga mengharapkan pemerintahan yang responsif yaitu dapat memberikan respon langsung tanpa harus melewati proses yang sulit.

BACA JUGA:   Inflasi di Kalteng Sudah Turun, Desember Ini Harus Dimaksimalkan

Selain itu, audiensi dan pertemuan terbatas ini dalam rangka membahas berbagai hal, utamanya dalam hal penyelenggaraan birokrasi dan pelayanan masyarakat di era digital. Berbagai hal dibahas dalam pertemuan tersebut, diantaranya bagaimana menciptakan Smart Kampung yang populer dengan sebutan Desa Digital, digitalisasi pemasaran wisata dan perencanaan wisata berbasis Eco Tourism, digitalisasi UMKM.

Selain itu Smart City menuju Smart Province (melalui SPBE pelayanan digital semua sektor, aksesibilitas transportasi), perencanaan dan program inovasi digitalisasi bidang kesehatan, program inovasi pendidikan unggul (Berkah Belajar: menciptakan generasi unggul siap kerja), dan moderenisasi hilirisasi pertanian untuk peningkatan ketahanan pangan. (Hardi).

(Visited 5 times, 1 visits today)