Warga Palangka Raya Diminta Waspadai Penipuan Bermodus Aplikasi

Wali Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Fairid Naparin. ANTARA/HO-Prokom Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Fairid Naparin meminta warga mewaspadai penipuan bermodus kurir paket yang mengirim foto via WhatsApp atau sniffing yang bisa menguras saldo tabungan korban dengan meretas data-data mobile banking korban.

“Penipuan modus ini dilakukan dengan mengirimkan pesan WhatsApp yang berpura-pura menjadi kurir paket yang menyertakan sebuah file dalam bentuk file yang dilengkapi nama APK (aplikasi) di belakangnya,” kata Fairid di Palangka Raya, Minggu 22 Januari 2023.

Menurut dia, sniffing dilakukan oleh hacker atau penipu dengan tujuan untuk mencuri data dan informasi penting pengguna telepon genggam lewat jaringan internet.

BACA JUGA:   Disdik Palangka Raya Belum Keluarkan Larangan Main Lato-Lato di Sekolah

Jenis daya yang dicuri dapat berupa nama akun, password m-banking, email, informasi kartu kredit serta berbagai data penting lainnya. Saat pengguna mengklik file yang dikirim oknum tersebut, sniffing akan menyusup pada gadget atau perangkat korban. Pelaku akan memasukkan sebuah program atau aplikasi berbahaya untuk mencuri data-data korban.

Pada modus ini, bahkan saldo rekening milik korban, yang telpon genggamnya dilengkapi aplikasi m-banking dapat dibobol atau dikuras.

Kepala Dinas Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo), Saipullah mengatakan, dalam rangka meningkatkan antisipasi munculnya korban penipuan bermodus sniffing, pihaknya menggencarkan sosialisasi pencegahan penipuan yang memanfaatkan perkembangan teknologi itu.

BACA JUGA:   Hadapi Nataru, Dinkes Palangka Raya Siagakan Puluhan Tenaga Kesehatan

“Pertama, jangan asal mengunduh aplikasi atau mengeklik tautan yang dikirim melalui SMS/WhatsApp/email. Pastikan dan cek keaslian nomor telepon/SMS/WhatsApp dengan cara menghubungi call center resmi perusahaan,” katanya.

Kemudian, pengguna sebaiknya hanya mengunduh aplikasi resmi dari sumber yang terpercaya. Misalnya, website resmi perusahaan, App Store atau Play Store. Kemudian juga aktifkan notifikasi transaksi rekening dan selalu cek riwayat rekening secara berkala.

“Ketiga, jangan lupa untuk mengganti password (kata sandi) apapun yang ada di dalam ponsel secara berkala. Selain itu, jangan menggunakan jaringan publik ketika ingin bertransaksi keuangan,” kata Saipul.

(ANTARA)

(Visited 7 times, 1 visits today)