Begini Klarifikasi DPRD Kotim Soal Anggota Dewan Joget-Joget

NARDI/BERITA SAMPIT- Anggota DPRD Kotim Sihol Parningotan Lumban Gaol.

SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Sihol Parningotan Lumban Gaol memberikan klarifikasi terkait pemberitaan anggota DPRD berjoget-joget di sebuah acara.

“Kegiatan tersebut saat bimbingan teknis di Jakarta, kami sejenak diberikan waktu oleh mentor untuk relaks sejenak dan berjoget melepas penat,” ujar Gaol pada Senin, 23 Januari 2023.

Ketua Fraksi Demokrat ini menjelaskan, mentor memandu para anggota dan diminta satu persatu berjoget seperti terlihat di video tersebut dan tak ada yang salah akan hal tersebut.

“Tentunya manusiawi jika melepas stress sejenak dan saya posting itu di status facebook menandakan bahwa tak ada yang perlu ditutup-tutupi kegiatan anggota dewan, justru media yang mencomot status itu kemudian memberitakan yang jogetnya saja, tak mengkonfirmasi ke saya akhirnya menjadi berita yang tidak berimbang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa media Berita Sampit adalah media yang kritis dan dirinya berharap agar dapat memberikan berita berimbang, dan kredibel kedepannya, serta bisa dikonfirmasi terlebih dahulu.

“Jika yang saya lakukan adalah salah apakah saya berani mengunggah di facebook tentunya tidak, saya tidak pernah sembunyi, masyarakat bisa melihat sendiri kegiatan anggota DPRD apa saja,” ujarnya.

BACA JUGA:   Dewan Minta Pemda Perbaiki Jalan Berlubang di Kota Sampit Jelang Libur Nataru

Harusnya anggota dewan tak perlu menyembunyikan status facebook atau WA terkait kegiatan yang mereka ikuti, karena tak ada yang salah.

“Justru aneh jika ada anggota yang memerintahkan untuk tidak usah share sembarangan kegiatan, malah jika tertutup indikasi berbuat tidak benar,” tegasnya.

Gaol juga menjelaskan kegiatan bimtek tersebut dilaksanakan selama dua hari, namun tentunya untuk berangkat ke luar kota perlu satu hari dan pulang juga satu hari sehingga total jadi empat hari.

“Diberita mengatakan harusnya bisa dua hari, tak bisa tentunya jaraknya jauh, apa yang dilaksanakan sesuai aturan saja, dan tak ada melanggar aturan,” ujarnya.

Juga dipermasalahkan 28 orang anggota dewan memilih absen dalam bimtek itu, dan 12 orang yang berangkat. Justru Gaol sebagai anggota dewan juga mempertanyakan kenapa 28 anggota tersebut tak mau berangkat.

“Ini bulan pertama di tahun 2023 diawali semua kegiatan di Januari, anggota dewan diberikan hak untuk mengikuti bimtek tiga kali dalam setahun, sama dengan reses juga tiga kali,” ujarnya.

Ia melanjutkan bimtek penting untuk anggota DPRD, untuk meningkatkan kapasitas sebagai anggota DPRD, jangan dikira bimtek hanya sebagai hura-hura, jika anggota yang benar-benar pejuang maka harus ikut untuk meningkatkan kapasitas dan intelektualnya.

BACA JUGA:   Program Sampit Terang Kecewakan Masyarakat Pelosok Kotim

“Di sana ada seolah pro kontra, bukan dari masyarakat. Yang kontra justru dari anggota DPRD yang tak berangkat. Kawan lain terganggu kami ini bimtek tapi sebagian tidak,” imbuhnya.

Ia menyampaikan jika benar DPRD berorientasi pada uang maka kegiatan bimtek tak ada uangnya, jika dibandingkan kegiatan kaji banding maka uang anggarannya lebih besar.

“Jika orientasi pada uang maka lebih baik kami laksanakan kaji banding, karena uangnya lebih banyak disitu dibanding bimtek,” ucapnya.

Dalam berita juga dimuat anggota dewan tak ikut bimtek karena sakit maka bisa di cek apa betul sakit atau tidak.

“Saya tau ada hak tidak membuka identitas narasumber, namun ini kan anggota dewan mengapa harus menutup diri. Untuk itu bongkar saja identitas oknum dewan itu apa benar sakit kenapa harus menutup identitasnya kan sebagai anggota dewan harusnya transparan saja,” kata Gaol. (nardi).

(Visited 168 times, 1 visits today)