PALANGKA RAYA – Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi mengatakan politik identitas tidak bertentangan di masyarakat. Hal itu ia ungkapkan lantaran politik identitas yang di gaungkan oleh partainya yang berkembang di masyarakat harus diluruskan.
“Politik identitas itu harus diluruskan. Pertama, politik identitas yang berkembang di masyarakat itu salah persepsi, persepsinya adalah politik identitas semata-mata Agama Islam, padahal secara umum, politik identitas kesukuan dan seterusnya, nah itu ada penyempitan makna dan spesifikasi pada agama Islam,” kata Ridho Rahmadi, saat di wawancarai, Sabtu 18 Februari 2023.
Dirinya menegaskan, dirinya bakal masuk memberikan counter argumen kalau memang ada yang mengatakan politik identitas adalah khusus Agama Islam, pihaknya akan bilang kita politik identitas.
Ridho menyampaikan politik identitas tanpa landasan agama, tanpa moralitas agama, atau pun etika yang sifatnya permanen absolut tidak berganti, yang berlandaskan Al-Qur’an dan sunah itu pasti nanti terjebak dalam politik yang relatif kebenaran yang sifatnya hari ini kadang-kadang benar besok-besok salah dan sebaliknya.
“Jadi kita tidak ingin seperti itu, kita ingin politik yang konsisten, yang kita bilang ini benar karena sesuai norma yang universal yang berbasiskan agama, bukan norma-norma yang situasional,” ungkapnya.
“Kita kalau gitu terjebak seperti mungkin LGBT welcome saja itukan gak bisa secara agama, LGBT mau ditinjau dari segi kesehatan tinjauan kebudayaan tinjauan sosiologi antropologi semuanya kacau,” tegasnya.
Dirinya juga menyebut ada pendukung lainnya yang justru menjadikan proyek besar sekularisme, kita katakan politik identitas yang terasosiasi dengan Islam semata adalah proyek besar sekularisme.
“Sekularisme sudah diharamkan oleh MUI tahun 2015, jadi justru yang membawa narasi itu harusnya di tanya bila perlu di usut gitu,” pungkasnya.
(Syauqi)











