Sejumlah Wilayah Berpotensi Alami Hujan Lebat Dua Hari ke Depan

Ilustrasi - Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

JAKARTA – Sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat pada 1-2 Maret 2023, menurut peringatan dini cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa 28 Februari 2023.

Dikutip dari situs BMKG di Jakarta, Selasa 28 Februari 2023, menyebutkan di wilayah Sumatera secara umum mengalami hujan ringan, namun Bangka-Belitung, Sumatera Utara berpotensi hujan sedang.

Sementara di wilayah Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Aceh berpotensi hujan lebat.

Untuk wilayah Jawa, disampaikan BMKG, secara umum mengalami hujan ringan, namun Banten berpotensi hujan sedang. Sementara Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat berpotensi hujan lebat, dan di wilayah Bali, NTB, serta NTT berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat.

BACA JUGA:   BMKG Sampit Prakirakan 1 Syawal 1445 H Berawan Hingga Hujan Ringan

Di wilayah Kalimantan, BMKG memprakirakan secara umum cerah berawan, namun Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat berpotensi hujan lebat.

Kemudian, di Sulawesi secara umum cerah berawan, namun Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah berpotensi hujan lebat. Di wilayah Maluku dan Papua berpotensi hujan ringan hingga lebat.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengajak masyarakat untuk melakukan panen air hujan sebagai langkah mitigasi musim kemarau mengingat musim kemarau di tahun 2023 diprediksi akan lebih kering jika dibandingkan dengan periode tiga tahun terakhir (2020-2022).

BACA JUGA:   Cuaca Ekstrem di Kotim Karena Masa Transisi Musim Hujan ke Kemarau

“Mumpung saat ini hujan masih turun, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan aksi panen hujan dengan cara menampung menggunakan tandon air atau bak penampung,” kata Dwikorita.

Pada saat kemarau nanti, kata dia, air hujan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari guna mengantisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau.

“Utamanya daerah-daerah yang rawan kekeringan, seperti Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB),” paparnya.

(ANTARA)