PALANGKA RAYA – Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan Tengah selama Ramadan dan Idul Fitri tahun 2023, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalteng telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 2,64 Triliun. Penyiapan kebutuhan uang tunai pada Ramadan dan Idul Fitri tahun 2023 ini lebih tinggi 7,08 persen dibandingkan dengan realisasi kebutuhan uang tunai tahun 2022 lalu yakni Rp 2,46 Triliun.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng Taufik Saleh menyampaikan, antisipasi kenaikan ini mempertimbangkan pencabutan status Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pertumbuhan ekonomi Kalteng yang semakin membaik serta peningkatan mobilisasi masyarakat.
“KPwBI Provinsi Kalteng juga mengajak masyarakat mengoptimalkan pembayaran transaksi non tunai guna mendukung ekonomi dan keuangan digital,” katanya melalui rilis yang diterima pada Kamis, 23 Maret 2023.
Dari sisi permintaan, kebutuhan uang tunai tertinggi pada periode Ramadan/Idul Fitri tahun 2023 ini terjadi di wilayah Kota Palangka Raya sebesar Rp1,11 Triliun, diikuti Kabupaten Kotawaringin Timur/Sampit sebesar Rp500 Miliar, dan Kabupaten Kotawaringin Barat/Pangkalan Bun sebesar Rp214,62 Miliar.
Persentase kebutuhan uang periode Ramadan dan Idul Fitri tahun 2023 di lima wilayah Kas Titipan Bank Indonesia Provinsi Kalteng yaitu (Sampit, Pangkalan Bun, Lamandau, Buntok, Muara Teweh) diperkirakan kebutuhan uang tunai mencapai sebesar Rp1,52 Triliun (57,84 persen), sedangkan di wilayah Palangka Raya sebesar Rp1,11 Triliun (42,15 persen).
“Guna memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1444 Hijriah, mulai tanggal 27 Maret 2023 sampai dengan 20 April 2023, Bank Indonesia bekerja sama dengan perbankan menyediakan layanan penukaran uang di 47 titik layanan penukaran di bank yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Tengah,” lugasnya.
Secara rinci penyiapan tersebut diperuntukkan untuk melayani penarikan dan penukaran uang Rupiah di kantor-kantor perbankan serta Layanan Kas Keliling Bank Indonesia bersama dengan perbankan.
Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini layanan penukaran uang kepada masyarakat akan dibuka kembali melalui layanan Kas Keliling Bank Indonesia pasca berakhirnya pandemi Covid-19.
Kata Dia, Bank Indonesia telah berkoordinasi perbankan untuk turut serta dalam program Kas Keliling Bersama. Kegiatan ini akan dilaksanakan di keramaian Kota Palangka Raya yaitu Pasar Wadai Ramadhan, Pasar Kahayan, Kantor Pos Imam Bonjol dan Mega Town Square Kota Palangka Raya. Semua program tersebut terpadu dalam tajuk Serambi (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri) 2023.
“Serambi merupakan rangkaian kegiatan pemenuhan kebutuhan uang Rupiah dan layanan kas pada kepada masyarakat periode Ramadan dan Idul Fitri 2023,” ungkapnya.
Dalam rangka mendukung penyiapan uang tunai dan kelancaran layanan penukaran uang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah menjalankan tiga framework Bi dalam melakukan pengelolaan uang rupiah yang dioptimalkan menjelang hari raya, pertama ketersediaan uang rupiah yang berkualitas dan terpercaya, kedua sistem distribusi uang yang efisien dengan layanan kas prima dan ketiga adalah infrastruktur. (Hardi)











