Harga Jual Rotan di Barsel Semakin Anjlok

DEDDY/BERITA SAMPIT - Para petani rotan di Desa Baru yang mengandalkan usaha ini walaupun harga jual rotan semakin anjlok.

BUNTOK – Harga jual rotan mentah di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) semakin anjlok, hingga berada dikisaran sebesar Rp220.000 hingga Rp223.000 per 100 kilogram.

“Dengan semakin anjloknya harga jual rotan mentah ini, berimbas pada pendapatan para petani rotan yang ada di daerah ini,” kata AR (44), salah satu petani rotan di Desa Baru Kecamatan Dusun Selatan (Dusel), Jumat 31 Maret 2023.

Dikatakannya, pada tahun 2022 harga beli rotan mentah bertahan pada kisaran Rp240.000 hingga Rp250.000 per 100 kilogram.

“Sebelumnya, pada tahun 2021 harga beli rontan mentah sempat naik yakni sebesar Rp. 390.000 per 100 kilogram,” katanya.

Menurutnya, pihak pengepul sendiri tidak berani menaikan harga jual rotan ini dikarenakan mereka bergantung pada harga beli dari luar daerah yakni Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Apabila pengepul menaikan harga beli rotan, sementara permintaan rotan dari luar daerah sedikit tentunya pengepul akan rugi dan bisa gulung tikar, sehingga mereka bertahan membeli sebesar Rp220.000 hingga Rp.223.000 per 100 kilogram dan yang jelas kita tidak mengetahui secara detail penyebab harga jual rotan semakin anjlok,” jelas AR.

Sementara itu salah satu pengusaha rotan di Desa Baru yang enggan namanya di sebutkan menuturkan, walaupun dengan kondisi harga jual rotan yang semakin anjlok dirinya tetap berupaya membeli rotan hasil panen dari petani rotan lokal.

“Mau gimana lagi, kita juga perlu biaya sehari-hari begitu juga sebaliknya para petani rotanpun juga perlu biaya kebutuhan sehari-hari kalau tidak kerja kami semua mau makan apa,” bebernya.

Dengan kondisi ini dirinya berharap adanya perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan para wakil rakyat DPRD setempat untuk mencari solusi terbaik, agar harga jula rotan bisa normal kembali.

Ditambahkannya, apabila harga jual rotan ini semakin anjlok pastinya sektor perkebunan rotan inipun akan semakin terpuruk dan imbasnya sangat besar terhadap perekonomian masyarakat yang mengandalkan rotan ini.

“Intinya Pemda dan DPRD setempat, juga wajib memperhatikan akan hal ini karena ini menyangkut kehidupan orang banyak,” pungkasnya.(Ded)

Follow Berita Sampit di Google News