Komisi IV Desak Pemkab Kotim Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Galian C

SAMPIT – Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Handoyo J Wibowo meminta Pemerintah turun tangan mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga galian C agar kembali stabil.

“Karena kabarnya ada harga pasir sampai di atas satu juta rupiah,” kata Handoyo pada Jumat, 31 Maret 2023.

Handoyo menyampaikan, karena saat ini galian C berupa tanah urug atau pasir urug mengalami kelangkaan yang disebabkan pengusaha galian C yang belum memiliki izin tidak beroperasi.

“Sehingga ada yang memanfaatkannya untuk menjual dengan harga tidak wajar” ujarnya.

Dirinya berharap agar pemerintah segera mengatasi hal tersebut karena berdampak ke masyarakat, dan pekerja proyek.

Ia menambahkan pemerintah lalai dalam pengawasan mulai dari penyediaan lokasi yang tepat maupun pengawasan legalitas yang kurang selama ini.

Sehingga ketika adanya tindakan pengawasan dari aparat penegak hukum secara masif membuat pengusaha-pengusaha galian C banyak yang berhenti beroperasi karena banyak tidak memiliki izin.

Diberitakan sebelumnya pembangunan rumah ibadah di sampit juga terganggu akibat langkanya pasir dan tanah urug.

“Sudah dua bulan pembangunan masjid terganggu karena pasir kosong, tanah yang kami perlukan juga kosong,” kata Ustaz H Sarifuddin Al Banjari, Ketua Takmir Masjid Nur Qolbu Sampit, Kamis 30 Maret 2023.

Diketahui bahwa saat ini harga pasir sungai sekitar Rp1,5 juta, pasir biasa sekitar Rp1,3 juta dan tanah urug sekitar Rp500 ribu per ret. (Nardi).

baca juga ...  Bupati Lamandau Minta PDAM Tingkatkan Pelayanan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!