Tiga Orang Korban Keracunan Kue Ipau Masih Dirawat di RSUD dr Murjani Sampit

SAMPIT – Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Kotim) Umar Kaderi mengatakan saat ini pasien keracunan kue ipau yang dirawat sisa tiga orang.

“Sampai dengan hari ini konfirmasi dari rumah sakit RSUD dr Murjani Sampit masih ada sisa satu orang dewasa dan dua anak korban keracunan kue ipau yang dirawat,” kata Umar, Selasa 4 April 2023.

Ia mengatakan kondisi pasien juga sudah membaik dan sudah dalam proses pemulihan semoga

“Jadi kita selama adanya kasus keracunan massal kue ipau ini kami setiap hari selalu memantau kondisi di lapangan,” ujarnya.

Sampai hari ini jumlah korban tidak ada penambahan yaitu 84 orang dan ia berharap jangan sampai meningkat lagi.

Ia menekankan kepada pedagang makanan dan minuman perlu diantisipasi dalam membuat produk dengan memperhatikan standar kesehatan dan kebersihan

“Dalam mengolah bahan pangan baik untuk makanan rumahan atau pangan untuk dijual di warung-warung agar cara membuatnya dengan sesuai dengan standar kesehatan, bersih dan sanitasinya harus baik,” ungkapnya

Ia juga berpesan kepada para pembeli juga harus cermat dalam memilih bahan pangan, mulai dari cek yang tidak berbau, kemudian bisa dilihat kondisi fisiknya sudah berubah atau pun rasa agar terhindar dari makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi.

Diberitakan Dinkes Kotim merilis hingga Senin 3 April 2023, jumlah korban keracunan kue jenis ipau mencapai 84 orang.

“Sampai hari ini jumlah kasus 84 orang dan yang meninggal 1 orang, terdiri dari laki-laki 33 orang, perempuan 51 orang. Umur yang kurang dari 5 tahun 5 orang, diatas 5 tahun 66 orang dan lansia 13 orang,” jelas Umar Kaderi.

Dia juga menjelaskan, saat ini kasus ada dibeberapa Kecamatan yakni pada Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sebanyak 24 orang, Baamang 48 orang, Kota Besi 5 orang, Cempaga 3 orang dan Antang Kalang 4 orang.

baca juga ...  Remaja Masjid Sirothol Mustaqim Sampit Gelar Tadarus Al Quran, Selesaikan 1 Hingga 2 Juz Setiap Malam

Kemudian hasil laboraterium kesehatan daerah (labkesda), hasil uji sampel yang telah diambil dinyatakan Positif E-Coli dan Salmonella Positif.

“Mestinya E-Coli didalam tubuh dalam usus kita ada dalam batas-batas tertentu, namun ini dikatakan up normal karena sudah mencemari makanan. Kemudian ada salmonella yang juga positif, mestinya didalam makan itu tidak terkandung salmonella, ini bisa terjadi ada dibahan dagingnya atau sayur-sayurannya, dan dua kompinen ini menyebabkan keracunan massal,” terangnya. (Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!