PALANGKA RAYA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui perwakilan BPS, A. Tantowi menyampaikan inflasi Kalteng pada bulan Maret 2023 yakni 5,62 persen (y-o-y), turun 0,31 persen (y-o-y) dibanding bulan Februari lalu yakni 5,93 persen (y-o-y).
“Komoditas penyumbang inflasi tersebut yakni beras, angkutan udara, cabai rawit, bensin, rokok kretek filter, bawang putih, ikan tongkol, ikan gabus, dan minyak goreng,” ungkap Tantowi pada Rapat Evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terhadap hasil Rilis BPS terkait Inflasi Kalteng bulan Maret 2023, bertempat di Ruang Rapat Bajakah Utama, Kompleks Kantor Gubernur, Kota Palangka Raya, Rabu, 5 April 2023.
Lebih lanjut ia menambahkan kenaikan inflasi gabungan di Kalteng 0,5 persen lebih tinggi dari nasional disebabkan karena adanya kenaikan tarif cukai rokok sebesar 10 persen per 1 Januari 2023, penyesuaian harga BBM pada 1 Maret 2023, yakni Pertamax naik Rp.500/liter dan pertamax turbo naik Rp.250/liter.
Kemudian, lanjut dia masa panen raya di bulan Maret 2023; penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah/beras dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang diumumkan pada 15 Maret 2023; anomali cuaca di sebagian wilayah tanah air; dan permintaan tinggi di bulan Ramadan.
Berbagai upaya lainnya untuk menjaga kestabilan inflasi telah dilakukan beberapa lembaga/instansi, seperti Bulog yang gencar mensosialisasikan harga beras setiap hari dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras (SPHP), serta melakukan penjualan komoditas lainnya.
“Begitu pun dengan Pertamina yang berupaya menjaga stok BBM yaitu pertalite, pertamax, pertamax turbo, diesel/biosolar, dexlite, dan pertamina dex,” pungkasnya. (Rahul)











