SAMPIT – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kotawaringin Timur, mencatat ada sekitar 1.821 hewan kurban yang telah dilaporkan pedagang atau pengepul yang ada di Kotim. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring masih ada pengiriman dari luar daerah.
“Jumlah hewan kurban yang masuk dari luar daerah yang sudah dilaporkan ada sebanyak 1.558 ekor sapi, sedangkan kambing sebanyak 263 ekor,” kata Kepala Bidang (Kabid)Â Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh. Endrayatno, kepada media ini, Rabu 7 Juni 2023.
Untuk proses pemantauan serta pemeriksaan hewan kurban, Endra mengungkapkan akan dimulai pada tanggal 8 Juni hingga selesai dihari lebaran Iduladha mendatang.
“Mulai besok tim mulai turun kelapangan,” ujar Endra.
Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban disejumlah titik pedagang atau pengepul, Distanak Kotim menerjunkan sebanyak 20 orang petugas yang disebar pada masing-masing wilayah kerjanya.
“Total petugas yang memeriksa 20 orang, diantaranya 5 orang dokter hewan dan yang lain para medis,” jelas Endra
“Ada sekitar 45 titik semuanya baik di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang yang ada di Kota Sampit, maupun di Kecamatan-Kecamatan yang diluar kota Sampit seperti di Kecamatan Telawang, MHS maupun Parenggean,” sambungnya.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban sangat penting dilaksanakan guna mengantisipasi masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) pada Sapi, serta Peste de Petits Ruminant (PPR) pada Kambing.
“Diperbolehkan atau tidak, hasil dari cek kesehatan menentukan. Jika ditemukan penyakit hewan itu, namun masih dalam kategori ringan, maka masih diperbolehkan untuk dijual. Namun kalau penyakitnya berat maka tidak akan diperbolehkan,” imbuhnya.
Untuk diketahui, hewan kurban yang didatangkan oleh pedagang atau pengepul di Kotim sebagian besar didatangkan dari daerah Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kupang.
“Dibandingkan tahun kemarin, diperkirakan tahun ini akan lebih lebih banyak masyarakat Kotim yang berkurban,” pungkasnya. (ilm)











