MUARA TEWEH – DPRD Kabupaten Barito Utara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan anggota Komisi VII DPR RI, Ir Willy M Yoseph, PT PLN mengenai pembangunan listrik desa dan PT Pertamina mengenai pendistribusian BBM dan Gas LPG bersubsidi 3 Kg di wilayah Kabupaten Barito Utara, Selasa 8 Agustus 2023.
Komisi VII DPR RI, Ir Willy M Yoseph sekaligus reses diterima Ketua Komisi III DPRD Barito Utara H. Tajeri, Wakil Ketua I Parmana Setiawan Wakil Ketua II Sastra Jaya serta anggota dewan lainnya.
Saat rapat sales area manager retail Kalimantan Tengah, Widhi Tri Adhi Hidayat menyebutkan sebanyak 157 Pangkalan di Barito Utara sudah seratus persen terdaftar, agen tidak manipulasi data dan melalui sistim.
Pertamina Kalteng mengklaim distribusi dan penyaluran LPG bersubsidi 3 Kilogram warna melon berjalan baik dan lancar di Barito Utara.
Mendengar paparan tersebut, anggota DPRD Barito Utara H. Tajeri mengatakan Pertamina Kalteng dimana keberadaannya LPG bersubsidi 3 Kilogram warna melon di Barito Utara dikatakan stabil padahal fakta di lapangan LPG bersubsidi 3 kg warna melon menumpuk ditingkat pengecer.
“Dimana Pertamina dan kapan mengawasi, kalau tidak sanggup silakan minta pindah, kami meminta pimpinan Pertamina Kalteng dievaluasi,” kata Tajeri.
Anggota DPRD, Henny Rosgiaty Rusli, meminta pihak pertamina turun ke desa- desa. Bahwa akibat meroketnya harga LPG bersubsidi 3 Kilogram, banyak warga di pedesaan kembali beralih menggunakan kayu bakar.
“Mereka sudah tidak mampu lagi membeli LPG bersubsidi dengan harga selangit. Kondisi masyarakat kita saat ini di Barito Utara, tidak sedang baik- baik saja, “tambahnya.
Menjawab rentetan pertanyaan anggota DPRD Barito Utara, Widhi Tri Adhi Hidayat, akhirnya membenarkan jika LPG bersubsidi 3 Kilogram warna melon menumpuk di tingkat pengecer, melebihi dua puluh persen dari ketentuan.
“Mohon agar para agen yang hadir saat RDP ini bisa memperhatikan hal dan segera mungkin mengikuti harga jual sesuai HET,” ungkap Widhi dalam rapat.
Opsinya, Widhi menyodorkan untuk melakukan pasar penyeimbang dengan harga agen Rp. 21.000 sampai dengan harga Rp. 27.000 per tabung. Pihaknya juga akan memperbanyak pangkalan agar memudahkan warga membeli LPG bersubsidi 3 Kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi. (isk)











