Pemkab Bartim Targetkan Angka Stunting Turun 18,19 Persen di Tahun 2024

TAMIANG LAYANG – Kepala Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Barito Timur (Bartim), H Rusdianur menghadiri rapat strategi penekanan angka stunting di ruang rapat Bupati setempat.

“Target kita di tahun 2023 ini 22,85 persen harus menurunkan 4,05 persen dan di tahun 2024 kita targetkan 18,19 persen,” ujarnya, Kamis 24 Agustus 2024.

Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurang kebutuhan tubuh seperti gizi yang belum terpenuhi sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan anak, faktor lain kekurangan gizi saat masa kehamilan hingga mempengaruhi tumbuh kembang janin.

Melalui analis data perbandingan Materi Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) bahwa Kabupaten Bartim berhasil menangani kasus stunting pada 2021 di 33 persen dan di tahun 2022 mencapai 26 persen.

“Dulu data dari SSGI dikisaran 33,7 persen 2022 berada di 26,9 persen dan di simpulkan bahwa kita berhasil menekankan status stunting,” katanya.

Adapun penerapan rekomendasi dari koordinasi dengan pihak ahli menurutnya tepat sasaran guna menangani kasus stunting maupun stunted.

“Kita kan menindaklanjuti rekomendasi dari para pakar dokter anak dan ahli gizi, ibu hamil akan di kontrol gizinya agar upaya yang dilakukan dapat mencapai target ibu dan anak mendapatkan gizi yang tepat di Posyandu,” katanya.

“Tadi disampaikan beberapa kasus apa penyebabnya dan langsung ditanggapin oleh para pakar spesialis ahli gizi, ahli anak dan dokter ahli untuk menangani kebutuhan gizi ibu hamil,” tutupnya.

(Redha)

baca juga ...  Pemkab Bartim Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96
Bagikan:
Berita Populer