Kasus Dugaan Pemukulan Pengunjung THM, Management Vino: Jika ke Jalur Hukum Siap, Tapi Lebih Baik Diselesaikan secara Kekeluargaan

SAMPIT – Kasus dugaan pemukulan terhadap salah satu pengunjung tempat hiburan malam (THM) Vino Club di Kota Sampit hingga kini masih berjalan tahap pemeriksaan di Polres Kotawaringin Timur (Kotim) usai korban bersama QZ melaporkan kasus itu.

Menanggapi hal itu, Manager Vino Club Sampit Tristo menegaskan jika kasus tersebut memang harus diselesaikan secara jalur hukum pihak Bambang Irawan (terduga pemukul) siap untuk menempuhnya.

“Jika memang memaksa ke jalur hukum pihak Bambang Irawan siap mengikuti jalannya kasus tersebut sesuai dengan prosedurnya. Tetapi kalau bisa kasus ini di selesaikan secara damai saja, tidak perlu melalui jalur hukum. Yah, selesaikan secara kekeluargaan saja lah,” ucap Tristo Miharjo saat di temui di cafe lios cafe Aquarius Boutique Hotel Sampit, Sabtu 26 Agustus 2023.

Disisi lain, menurut Manager Vino Club Sampit ini dari pengakuan Bambang Irawan kepada dirinya saat terjadinya dugaan pemukulan itu menegaskan tidak ada pemukulan atau tamparan terhadap QZ.

“Tidak ada pemukulan atau penamparan, Bambang pun mengakui tidak pernah merasa melakukan penamparan, dia beberapa kali bersumpah tidak melakukan penamparan. Standar Operasional atau SOP jelas, mereka security dilarang keras melakukan pemukulan terhadap tamu. Apalagi kita kan menjual jasa,” tegas Tristo.

Sementara itu masih kata Tristo, berdasarkan pengakuan para saksi saat terjadinya beberapa orang saksi juga mengatakan tidak ada pemukulan atau penamparan.

“Si terduga pemukul ini mengaku memang ada gerakan memegang kepala untuk menyuruh QZ pulang, tetapi tidak melakukan pemukulan atau penamparan,” katanya.

Tristo menegaskan tidak ada larangan untuk berkunjung ke Vino Club Sampit, mengenai informasi liar di luar yang mengatakan bahwa ada peristiwa diskriminasi terhadap beberapa orang tertentu itu tidak benar adanya.

baca juga ...  Panen Belajar dan Market Day di SD Muhammadiyah di Apresiasi Anggota DPRD

“Tidak ada larangan dalam menggunakan pakaian, bebas tapi sopan, kami juga tidak pernah melakukan diskriminasi terhadap temu tertentu. Adanya larangan itu ketika si tamu itu merupakan anak dibawah umur dan membawa barang yang membahayakan dan membawa narkoba. Kalau diskriminasi itu tidak ada,” demikian Tristo.

(im)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!