Anggaran Perjalanan Dinas Sekretariat Dewan Juga “Gila-gilaan”

AHMADWINARDI/BERITASAMPIT - Kursi anggota dewan banyak kosong dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu.

SAMPIT – Besarnya anggaran untuk perjalanan dinas tidak hanya dari kalangan para wakil rakyat saja, Sekretariat Dewan juga ikut-ikutan mengalokasikan anggaran “gila-gilaan” untuk biaya tersebut.

Data yang diperoleh Berita Sampit biaya perjalanan dinas dalam negeri sekretariat dewan dana yang dialokasikan sebesar Rp 3,5 miliar dari total alokasi anggaran Rp61,53 miliar di tahun 2023 ini

Anggaran yang dialokasikan per sub kegiatan tersebut mulai dari perjalanan dinas sekretariat yang terdiri dari:

1. Uang harian sebesar Rp163,2 juta
2. Biaya akomodasi Rp292,3 juta
3.Uang representasi Rp1,5 juta
4. Biaya transportasi udara Rp104,4 juta, dan
5. Pendamping anggota dewan Rp Rp1,2 miliar.

BACA JUGA:   Dewan: Panen Massal yang Dilakukan Warga Akibat Akumulasi Kekecewaan atas Ketidakadilan

Anggaran itu dicairkan setiap bulan dengan rincian:
Januari Rp322,2 juta
Februari Rp322,2 juta
Maret Rp772,2 juta
April Rp322,2 juta
Mei Rp322,2 juta
Juni Rp322,2 juta
Juli Rp322,2 juta
Agustus Rp322,2 juta

Sementara itu pada September hingga Desember 2023 juga dialokasikan rencana penarikan sebesar:

September Rp222,2 juta
Oktober Rp222,2 juta
November Rp22,1 juta
Desember Rp15,3 juta.

Terkait belanja anggaran besar kalangan wakil rakyat ini, Sekretaris Dewan, Bima Eka Wardana saat dikonfirmasi Berita Sampit sampai Sabtu 16 September 2023 belum juga memberikan penjelasan belanja anggaran mereka yang kini tengah menjadi sorotan.

BACA JUGA:   Jalur Independen Tak Diperlukan Jika Minim Antusiasme Tokoh Politik untuk Maju Pilkada Kotim

Sementara itu salah seorang anggota dewan yang minta namanya tidak disebutkan menyebutkan anggaran besar di lingkungan sekretariat dewan tidak hanya untuk perjalanan dinas saja, banyak kegiatan -kegiatan lain yang dianggap tidak jelas.

Seperti pengadaan baju dinas, garasi parkir, pengadaan nasi kotak, dan lainnya kalangan wakil rakyat ini banyak tidak mengetahui, karena yang mengelolanya selama ini adalah sekretariat dewan.

“Kita sebagai anggota juga terkejut, ternyata banyak anggaran besar milik sekretariat,” tegasnya.

(Naco)