SAMPIT – Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mencatat selama bulan September 2023, telah terjadi sebanyak enam kali kasus kebakaran bangunan rumah maupun toko, dan dua diantaranya terbakar akibat kebakaran lahan.
“Dua kejadian kebakaran di wilayah Kelurahan Sawahan itu akibat karhan karena rumahnya ditinggal pemiliknya bekerja,” kata Camat Mentawa Baru Ketapang Eddy Hidayat, Senin 2 Oktober 2023.
Sedangkan kejadian kebakaran lainnya ada di Kelurahan Ketapang berupa bangunan kios tidak jauh dari Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotim di jalan HM Arsyad, kemudian kembali ke Kelurahan Sawahan di jalan Cut Mutia dan dua kejadian sebuah ruko yang sama di Jalan Panjaitan tak jauh dari Pasar Tradisional Sejumput.
“Nah jadi dalam satu bulan terakhir ada enam kejadian kebakaran bangunan, ini juga cukup memprihatinkan bagi kita karena mengakibatkan kerugian material yang lumayan banyak bagi korban,” jelas Eddy.
Peristiwa ini tentunya menjadi perhatian di musim kemarau ini, Eddy mengajak kepada warga masyarakat di wilayah Kecamatan MB Ketapang agar lebih hati-hati serta waspada, terutama saat meninggalkan rumah baik bekerja maupun bepergian.
“Dari beberapa kejadian selain akibat listrik, ada juga disebabkan dari kebakaran lahan dan juga membakar sampah,” ucap Eddy.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat MB Ketapang, agar turut peduli untuk tidak melakukan pembakaran pekarangan maupun lahan di musim kemarau ini. Sebab sampai saat ini karhan masih marak di wilayah kota Sampit yang dampaknya sudah merugikan semua pihak, khususnya pada kesehatan manusia. (ilm)











