Panen Cabai Rawit Kelompok Pasare Hamparan Tani Hasilkan 3,5 Ton Permanen

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah melalui Dinas Pertanian telah melaksanakan kegiatan panen perdana cabai rawit di kelompok Pasare Hamparan Tani, yang terletak di Desa Tumbang Sepan, Kecamatan Manuhing.

“Kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas akan terus berupaya mendukung para petani yang ingin berusaha, khususnya pertanian dengan sungguh-sungguh, dapat dilihat dari komitmen visi-misi melalui program unggulan Smart Agro untuk mewujudkan bumi “Habangkalan Penyang Karuhei Tatau” yang Bermartabat, Maju, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Mandiri,” ungkap Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong.

Pada kesempatan itu, Jaya mengucapakan terima kasih dan apresiasi kepada kelompok tani pasare hamparan tani yang telah bersedia dalam melaksanakan kegiatan panen perdana cabai di lahannya ini.

“Terima kasih pula atas kerjasama seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan ini. Pada panen perdana Cabai Rawit ini, semoga menjadi penyemangat dan tambahan energi positif bagi para pelaku pertanian khususnya dan seluruh masyarakat Kabupaten Gunung Mas,” harap Jaya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Aryantoni menyekutukan, pada tahun 2022 Dinas Pertanian melakukan pengembangan tanaman cabai rawit yang dialokasi pada Wilayah Kecamatan Kurun 3,5 hektar, Mihing Raya 1,25 hektar , Tewah 1 hektar, Sepang 0,25 hektar, Manuhing 4 hektar dengan luas keseluruhan 10 hektare.

Salah satu kelompok penerima manfaat pada pengembangan tanaman cabai rawit tersebut kata dia, adalah kelompok Pasare Hamparan Tani Desa Tumbang Sepan Kecamatan Manuhing dengan alokasi 2 hektar dan siap panen.

“Pada hari ini kita melaksanakan panen raya cabai rawit. Terhitung sejak hari ini, masa panen akan berlangsung selama enam bulan ke depan dengan pemanenan dilakukan setiap tiga hari. Setiap kali panen dilakukan mencapai 3,5 hingga 5,0 Ton/Ha,”ujar Aryantoni.

baca juga ...  ​MISTERI..!! Kelotok Hilang, Pemiliknya Juga Ikut Menghilang

Aryantoni juga menambahkan, Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas tetap berkomitmen untuk melakukan pembinaan dan pengembangan komoditas cabai rawit.

“Kelompok tani pasare hamparan tani yang baru pertama kali mengikuti program pengembangan cabai rawit akan terus dipantau oleh pihak Dinas Pertanian,” tuturnya.

Di kelompok tani tersebut, Dinas Pertanian memberikan bantuan SAPRODI berupa benih cabai rawit varietas ORI 212, pupuk kandang, Pupuk Organik Cair (POC), Pupuk NPK, kapur dolomit, obat-obatan, insektisida, fungisida, serta pendampingan pembuatan Biosaka meliputi pupuk dan obat-obatan alami oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Kelompok tani pasare hamparan tani telah menanam bibit cabai rawit seluas dua hektar atau sebanyak 14.700 batang cabai. Pertanaman cabai rawit dimulai pada tanggal 19 Juli 2023 dengan jarak tanam 60 x 60 cm dan jarak antar bedengan 120 cm,” sebut dia.

Selanjutnya, untuk proses pembukaan lahan sepenuhnya dilakukan secara mandiri oleh anggota kelompok tani tersebut. Adapun kendala terbesar yang dihadapi dalam pengembangan tanaman cabai rawit tahun 2023 adalah terbatasnya sumber air di lokasi lahan pertanaman.

“Kami berharap agar kelompok Pasare Hamparan Tani dapat meningkatkan luasnya dan akhirnya menjadi pusat pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian. Dalam hal ini, indeks pertanaman dapat ditingkatkan sebanyak dua hingga tiga kali untuk mencapai hasil yang lebih optimal,” tutup Aryantoni. (Ale)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!