PANGKALAN BUN – Kepedihan dan duka menimpa puluhan ribu umat muslim di Palestina, yang jadi korban sia-sia akibat serangan Israel.
Melihat fenomena masyarakat Palestina yang penuh duka tersebut, umat muslim seduniapun bergetar. Karena apa yang harus dilakukan untuk membantu masyarakat Palestina, selain doa dan partisifasi berupa bantuan material.
Itulah seuntai kata duka, yang disampaikan Rita Wati Ketua IPEMI Kabupaten Kobar, saat dibincangi beritasampit.com di rumah kediamannya Jalan Iskandar Pangkalan Bun, didampingi Koordinator Penggalangan Dana Zuleha.
“Berkat kekompakan seluruh anggota, selama 3 hari menggalang dana dari Sabtu 28 Oktober hingga Senin 30 Oktober 2023, Alhamdulillah berhasil terkumpul Rp21.600.000,“ kata Rita Wati dengan wajah sumringah.
Menurut Rita Wati, yang akrab disama Rita uang hasil penggalangan dana sudah disalurkan kepada Yayasan Almanar Pangkalan Bun, yang akan dikumpulkan melalui Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) di Palangka Raya, Kalteng.
“Nantinya dikirim langsung ke JSIT Indonesia Pusat di Jakarta, yang bekerja sama dengan Lembaga ADARA yang merupakan lembaga filantropi yang memiliki fokus utama pada pemberdayaan dan bantuan untuk anak dan perempuan di wilayah peperangan, seperti perang di Palestina,“ ujar Rita.
Atas nama, seluruh anggota IPEMI Kobar yang telah melaksanakan penggalangan dana, yang berhema “Peduli Palestina“, Rita mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, khusus mereka warga masyarakat yang berlulintas di jalan raya.
“Kita semua sebagai umat muslim di Indonesia khususnya di Kabupaten Kobar, setelah mendengar dan melihat ribuan bahkan puluhan ribu anak, perempuan, dan warga Palestina lainnya yang jadi korban keganasan zionis Israel, tentu kita semua merasa terharu. Karena, hanya inilah berupa bantuan yang juga tidak seberapa jumlahnya, bisa menambah untuk beli obat-obatan,“ ucap Rita dengan nada terharu.
“Kita doakan semoga peperangan Israel dan Palestina segera berakhir,” tutupnya. (Gusti/Man)











