KUALA KURUN – Belum adanya terobosan dari Pemerintah Daerah dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Kabupaten Gunung Mas memperparah tingkat pengangguran yang kenyataannya melebihi angka resmi.
“Kami mengajak kepada semua pihak untuk memperhatikan setiap rincian alokasi anggaran di setiap SKPD dengan baik agar dapat menyelesaikan tantangan anggaran daerah dan pengangguran yang saat ini mencapai kurang lebih dua persen,” ungkap juru bicara Fraksi partai Demokrat Neni Yuliani belum lama ini.
Dikatakannya, setiap tahun, angka kelulusan S-1 dan SMA meningkat, meningkatkan jumlah tenaga kerja tanpa pekerjaan yang bisa mempengaruhi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gunung Mas.
“Yang terpenting bagi pemerintah daerah dalam menghadapi krisis ini adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Namun, hingga saat ini belum ada inovasi terobosan yang berhasil menciptakan sejumlah lapangan pekerjaan yang signifikan,”tuturnya.
Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah daerah harus lebih memahami rincian alokasi anggaran tersebut. Diharapkan nantinya dapat menyetujui alokasi anggaran yang tepat dan cocok dengan kebutuhan di setiap SKPD.
“Dalam mencari terobosan dan langkah solutif untuk mengatasi pengangguran di Kabupaten Gunung Mas, perlu diadakan diskusi terbuka dengan para pemangku kepentingan seperti pelaku usaha, asosiasi, tokoh masyarakat, dan para pakar di bidang ekonomi. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan gagasan ide-ide baru untuk menciptakan lapangan pekerjaan pada masyarakat,” tuturnya.
Selain itu kata dia, pemerintah daerah harus ditingkatkan akses dan dukungan terhadap pelaku usaha lokal agar dapat menghasilkan perencanaan, kebijakan, dan program-program lain yang berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gunung Mas.
“Dalam mengatasi tantangan pengangguran dan penerapan alokasi anggaran yang tepat, usaha dan peran aktif dari semua pihak sangat dibutuhkan. Kita harus bersama-sama merancang solusi dan strategi jangka panjang untuk mengatasi krisis dan mencapai target pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan,” tutup Neni. (Ale)











