Keluarga Terpukul, Korban Meninggal Dunia Kesetrum Saat Ikut Padamkan Kebakaran

SAMPIT- Korban yang kesetrum saat ikut padamkan api ketika kebakaran rumah yang terjadi di Desa Luwuk Bunter Kecamatan Cempaga meninggal dunia.

Korban jiwa ini tersetrum arus listrik saat membantu memadamkan api tersebut. Korban terinjak kabel arus tinggi milik PLN yang putus akibat terbakar.

Kebakaran ini terjadi di RT 01 ini menyebabkan rumah milik Rose ini terbakar habis terbakar sekitar pukul 15.30 WIB. Tidak diketahui penyebab pasti api dari mana.

Rumah tersebut habis dilalap si Jago merah sekitar setengah jam.

“Tidak diketahui juga asalnya dari mana, padahal orangnya masih ada di rumah,” kata salah seorang warga setempat.

Rumah yang terbakar ini didiami seorang ibu bernama Rose dan anaknya Iwan yang mengalami tunarungu. Namun mereka berhasil diselamatkan.

Sementara itu korban jiwa Bambang merupakan warga sekitar, dia awalnya tengah bersama warga lainnya berjibaku memadamkan api tersebut.

Naas baginya, dia tidak sengaja terinjak kabel milik PLN yang terputus dan tertindih seng bekas saat sedang membawa ember air. Disaat itu diperkirakan kabel itu tersengat tubuh korban.

“Kami bersama-sama dengan korban memadamkan api saat itu korban membawa ember menyisir ingin menyiramkan air ke bagian dapur, saat melewati seng saya terkejut korban minta tolong,” kata Tajul salah satu saksi di lapangan.

Korban, berteriak dan dirinya sempat memegang korban namun saat dia menyentuh bagian lengan korban ingin menariknya dia merasakan ada semacam sengatan dan segera terlepas.

Menurut Tajul korban sempat ditolong, ditarik menggunakan ruas bambu. Hampir sepuluh menit bisa ditarik dan korban kemudian segera dibawa ke Puskesmas Cempaga.

“Saya yang bawa ke mobil dan dibawa ke puskesmas, dipasang alat dan ternyata meninggal kata perawatnya,” tukasnya.

baca juga ...  Begini Pengakuan Korban Selamat Penambang Emas di Kobar

Kejadian ini membuat keluarga korban terpukul, mengingat korban ini merupakan tulang punggung keluarganya selama ini.

“Anaknya memang suka menolong punya jiwa sosial tinggi, korban memang dikenal begitu di kampung,” kata Matias salah satu warga setempat.

Malam ini korban langsung dibawa ke rumah duka yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kebakaran tersebut.(naco).

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!