PALANGKA RAYA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah Eko Marsoro menyampaikan, frekuensi penerbangan di Kalimantan Tengah selama November 2023 menurun sebesar 6,40 persen dibanding Oktober 2023, yaitu dari 922 penerbangan menjadi 863 penerbangan.
“Frekuensi penerbangaan selama November 2023 lebih rendah dibanding frekuensi penerbangan pada bulan yang sama tahun 2022 maupun tahun 2021,” ucapnya, saat menyampaikan rilis di Kantor BPS Kalteng, Selasa 2 Januari 2024.
Penurunan frekuensi penerbangan diikuti dengan penurunan jumlah penumpang. Jumlah penumpang angkutan udara mengalami penurunan sebesar 1,84 persen, dari 94.759 orang (Oktober 2023) menjadi 93.016 orang (November 2023). Penurunan ini berasal dari jumlah penumpang yang datang turun 1,70 persen dan yang berangkat turun 1,98 persen.
“Sama halnya dengan jumlah penumpang, volume arus barang yang menggunakan angkutan udara juga mengalami penurunan sebesar 10,07 persen. Penurunan ini berasal dari volume barang bagasi yang dibongkar turun 7,13 dan yang dimuat turun 4,18 persen sementara volume barang kiriman yang dibongkar turun 15,94 persen dan yang dimuat turun 12,37 persen,” lugasnya.
Dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, frekuensi penerbangan pada November 2023 mengalami penurunan sebesar 20,02 persen, yaitu dari 1.079 penerbangan (November 2022) menjadi 863 penerbangan (November 2023).
“Jika dilihat dari bandar udara yang digunakan, penurunan jumlah penumpang angkutan udara di Kalimantan Tengah selama November 2023 dibanding bulan sebelumnya terjadi di beberapa bandara, kecuali di Bandara H. Asan, Kotawaringin Timur yang naik sebesar 1,03 persen dan beberapa bandara kecil lainnya di Kalimantan Tengah,” jelasnya.
Jumlah penumpang di Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat turun sebesar 10,97 persen (dari 28.277 orang menjadi 25.175 orang) dan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya turun sebesar 1,40 persen (dari 59.297 orang menjadi 58.467 orang).
Konsentrasi penumpang didominasi oleh Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya (62,86 persen), diikuti oleh Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat (27,07 persen), dan Bandara H. Asan, Kotawaringin Timur (5,47 persen).
“Sementara itu, volume arus barang yang mencapai 1.206 ton terdistribusi melalui Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya (69,40 persen), Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat (22,22 persen), Bandara H. Asan, Kotawaringin Timur (6,38 persen) dan bandara lainnya (2,00 persen),” pungkasnya. (Hardi)











