SAMPIT – Kebakaran yang menghanguskan enam pintu barak di RT 30, RW 14, Kelurahan MB Hulu, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi kasus kebakaran pertama di Sampit. Selasa 2 Januari 2024.
“Ini kasus kebakaran pertama, baru dua hari tahun 2024 ini yang pertama,” kata Kepala Disdamkarmat Kotim Hawianan.
Musibah kebakaran itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, banyak warga yang tak mengira api itu dengan cepat menjalar sehingga menghanguskan barak milik PT Inhutani itu.
Di barak itu dihuni oleh enam kepala keluarga yang terdiri dari delapan laki-laki dan sembilan perempuan anggota keluarganya.
Dugaan sementara kebakaran itu disebabkan oleh tabung gas elpiji lima kilogram meledak, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu namun kerugian materil belum dapat dipastikan pihak terkait.
Barak milik PT Inhutani itu disewakan kepada warga seharg Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu perbulannya kepada warga.
Angin yang kencang membuat api dengan cepat menjalar dan menyala sehingga empat rumah di dekatnya terdampak.
Hawianan berharap ini adalah kasus kebakaran terakhir di tahun ini, ia meminta warga untuk selalu mewaspadai api dan dengan cepat melaporkan apabila ada api.
(Jimmy)











