SAMPIT – Aktivis di Kabupaten Kotawaringin Timur Audy Valent menyebut adanya dugaan kegiatan Badan Usaha Pelabuhan yang meyalahi aturan di Pelabuhan Pelindo, Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Menurut Ketua Umum LSM Piramida Pikiran Rakyat ini Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit diduga tidak menerapkan tentang aturan kepelabuhanan secara utuh.
“Ini masih ada kesan pengistimewaan pada beberapa BUP, khususnya pada BUP Pelat merah,” ungkapnya kepada media ini, Rabu 10 Januari 2024.
Menurut aktivis yang aktif mengawasi tentang kepelabuhanan ini juga mereka ada temuan tentang rekayasa yang dibuat antar dua Instansi dan Badan Usaha tersebut menyiasati perizinan yang sudah mati.
“Semestinya pihak KSOP tegas, jangan ada dispensasi terhadap pelayanan kapal asing, apabila izin dari BUP plat merah tersebut mati, tapi kenapa kapal asing diberi izin olah gerak dan giat,” tegasnya.
Ia juga menyebut kapal asing itu diberi izin olah gerak dan giat bongkar muat hanya dengan berbekal rekomendasi saja sehingga jelas melanggar hukum.
“Ini jadi gambaran buruk di dunia maritim, sesuatu yang Ilegal bisa dilegalkan dengan satu rekomendasi. Sementara apapun alasannya, kalau mau izin tetap legal, menaatinya tiga bulan menjelang mati perizinannya harus segera diurus, bukan main rekomendasi,” ucapnya.
Audy meminta APH melek dan menelisik dalam hal seperti ini, sebab menurutnya itu berpotensi merugikan negara di sektor kepelabuhanan.
“Karena sampai sekarang pelanggaran ini masih dilakukan, kalau APH mau tahu lihat saja beberapa hari kedepan apabila masuk kapal asing khususnya yang memuat bungkil dan lain-lain, periksa saja perizinannya, semua mati,” sebutnya.
Pihaknya juga mengaku akan berkoordinasi kepada APH di Provinsi Kalteng dalam beberapa hari kedepan dan akan melaporkan praktek itu secara resmi ke APH.
Sementara itu saat dicoba konfirmasi pihak KSOP Sampit melalui Kasi Lala dan Usaha Kepelabuhan Mukhlis tidak menanggapi konfrmasi terkait hal tersebut.
Sedangkan GM PT Pelindo Bagendang Sampit, Akhmad Fajar saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut.
“Maaf saya masih di luar kota, estimasi pekan depan balik ke Sampit,” ucapnya.
- (Jimmy)











