PALANGKA RAYA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah Eko Marsoro menyampaikan, ekonomi Kalimantan Tengah tahun 2023 secara kumulatif tumbuh sebesar 4,14 persen. Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang mengalami kontraksi. Hal ini disampaikannya saat menyampaikan rilis di Kantor BPS Kalteng, Senin 5 Februari 2024.
“Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Perusahaan sebesar 11,18 persen; diikuti Jasa Lainnya sebesar 8,93 persen; dan Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 8,45 persen. Sementara itu, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 4,41 persen dan 5,87 persen,” ucapnya.
Sedangkan Pertambangan dan Penggalian mengalami konstraksi sebesar 5,55 persen. Struktur PDRB Kalimantan Tengah menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Perekonomian Kalimantan Tengah masih didominasi oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 21,50 persen; diikuti oleh Industri Pengolahan 15,56 persen; Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,62 persen; serta Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,50 persen.
“Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Kalimantan Tengah mencapai 62,18 persen. Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tahun 2023, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan memberikan andil paling besar (0,93 persen) yang diikuti Industri Pengolahan (0,91 persen) serta Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (0,80 persen),” lugasnya.
Ekonomi Kalimantan Tengah triwulan IV-2023 dibanding triwulan IV-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 6,49 persen. Terdapat satu lapangan usaha yang mengalami kontraksi yaitu Real Estate sebesar 2,62 persen. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Perusahaan sebesar 18,19 persen yang diikuti dengan Pertambangan dan Penggalian sebesar 15,55 persen.
“Sementara itu, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memiliki peran dominan tumbuh sebesar 4,12 persen dan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi ketiga di ekonomi Kalimantan Tengah,” ungkapnya.
Selain itu, penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah triwulan-IV 2023 (y-on-y) juga berasal dari Pertambangan dan Penggalian serta Industri Pengolahan dengan masing-masing kontribusi sebesar 2,16 persen dan 1,18 persen.
Ekonomi Kalimantan Tengah triwulan IV-2023 tumbuh sebesar 8,50 persen dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q). Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian tumbuh signifikan sebesar 27,36 persen diikuti oleh Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 22,43 persen serta Konstruksi sebesar 16,32 persen.
Pada triwulan IV-2023 seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan yang positif jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q). Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah triwulan IV-2023 (q-to-q), Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 3,52 persen. (Hardi)











