SAMPIT – Sebanyak 28 pemilih di TPS 12 Kelurahan Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sempat tidak melakukan pemilihan untuk DPD RI pada pemilihan umum 2024 ini disebabkan tidak adanya surat suara.
Pemilihan umum (pemilu) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada 14 Februari 2024 ini sejatinya menyiapkan limat syarat suara presiden dan wakil presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.
“Tadi ada 28 orang sempat tidak memilih untuk DPD RI karena awalnya kami mengira surat suaranya tidak ada, tapi kesalahan teknis kita,” ujar Ketua KPPS TPS 12 Kelurahan Ketapang, Nova, Rabu 14 Februari 2024 siang.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 7.30 WIB atau awal awal pemilihan berlangsung dan pihak KPPS sempat berkoordinasi dengan pengawas kecamatan dan kelurahan setempat menanyakan suara suara.
“Kita kira awalnya tidak ada, ternyata surat suara ini terselip di blangko surat suara yang lain. Blangko surat suara DPD RI beda dengan yang lain dia melonjong yang lainya bentuk kotak,” jelas Nova.
Karena itu, kata Nova ada salah satu warga yang keberatan sehingga membuat video menanyakan terkait surat suara ini.
Lanjutnya, beberapa lama kemudian didapatlah surat suara ini dan suara lengkap. Kemudian beberapa warga yang masih ditempat dipanggil kembali untuk memilih DPD RI ini.
“Dari 26 orang itu, tinggal dua orang saja, jadi 26 orang sudah panggil sampai ke rumahnya untuk mencoblos lagi,” bebernya.
Karena kejadian ini warga Kelurahan Ketapang meluangkan emosinya melalui video mengaku kesal dan mempertanyakan kenapa bisa surat suara DPD RI hilang.
“Pada 14 Februari 2024 kami melaksanakan hak pilih kami namun sangat di sayangkan di sini hanya ada empat surat suara yang kami terima,” kata salah satu warga merekam melalui video terhadap keadaan ini.
Dijelaskan surat suara yang tersedia hanya untuk DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI dan Presiden. Untuk itu, warga ini tegas memprotes ke Ketua KPPS.
“Kami tidak bisah memilih untuk memilih caleg DPRD RI untuk wilayah kabupaten Kotawaringin Timur khusunya di wilayah kelurahan Ketapang. Setelah kami tanya dengan ketua KPPS katanya memang tidak ada surat suara untuk DPRI,” jelasnya dalam video itu.
(Ibra)











