PALANGKA RAYA – Perwakilan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Provinsi Kalteng, Kepala Bidang (Kabid) infrastruktur dan kewilayahan, Yohanna Endang mengatakan bahwa dalam program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukim (PPSP) jangka waktu satu tahun Kabupaten Barito Timur dan Murung Raya sudah melalui milestone 1, 2 dan 3 hingga pada tahun 2024 pemerintah Kabupaten Bartim di tahap selanjutnya sudah bisa dilakukan secara mandiri.
“Tahap 1, 2 dan tiga sudah terpenuhi oleh Kabupaten Barito Timur hingga di tahap selanjutnya sudah dilakukan secara mandiri tanpa pendampingan dari Provinsi,” katanya, Rabu 3 April 2023.
Awalnya program PPSP Kabupaten Barito Timur dan Kabupaten Murung Raya mulai pendamping pada tahun 2022 dari menyediakan dokumen, rancangan, hingga perencanaan sudah terpenuhi.
“Pada pendampingan Implementasi program ppsp pada tahun 2022 untuk Kabupaten Barito Timur dan Murung Raya sudah tercapai,” katanya.
Sebelumnya pada tahun 2023 Kabupaten Katingan dan Lamandau mendapatkan program Coaching Clinic 1 Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) atau pendampingan penerapan program sanitasi.
Dengan tahapan milestone 1, 2, 3 implementasi SSK dengan output yang ingin dicapai yakni mendapatkan komitmen Bupati terhadap paket kebijakan sanitasi hasil disusun sebagai berikut :
- Menyiapkan Kerangka Sanitasi.
- Penetapan strategi percepatan pembangunan sanitasi.
- Penyusunan program dan kegiatan
Dengan tercapai program sanitasi di wilayah Bartim dan Mura terhimpun delapan Kabupaten yang sudah membuat mempercepat tercapainya target Pemerintah Provinsi Kalteng.
Lanjut Yohanna bahwa dengan tercapainya program sanitasi di wilayah Kalteng mampu menciptakan Generasi Emas 20 tahun ke depan.
“Sanitasi salah satu pencegahan stunting, diantaranya seperti lingkungan, siklus sumber air yang diminum terkontaminasi bakteri penghambat pertumbuhan anak,” tutupnya.
(Redha)











