PALANGKA RAYA – Liburan Lebaran telah tiba masyarakat Kota Palangka Raya berbondong-bondong untuk mencari tempat-tempat bersantai bersama sanak saudara hingga keluarga seperti di Pelabuhan Rambang, Kamis 11 April 2024.
Salah seorang warga asal seruyan, Supardi bersama keluarganya menginjakkan langkahnya di Pelabuhan Rambang yang terletak di Kecamatan Pahandut menikmati kuliner UMKM warga setempat dengan harga murah tidak merogoh kocek yang berat.
“Untuk berwisata disini saya rasa Harga-hara tidak terlalu mahal dari seribu rupiah sampai dengan Rp15 Ribu, itu untuk makanan ada juga wisata susur sungai yang kami coba malam ini,” katanya.
Selain kuliner ternyata Supardi bersama keluarga mencoba menaiki kapal yang berbahan dasar kayu bertingkat dua dengan harga yang pantas dengan rute perjalanan.
“Untuk tarif tadi kita rasa tidak terlalu mahal Rp25 ribu untuk orang dewasa dan anak-anak setengah harga orang dewasa,” tuturnya.
Selain itu Helmi salah seorang warga yang sudah lama tinggal di pelabuhan rambang jalan Riau ini menceritakan bahwa pelabuhan rambang yang saat ini mengalami perubahan yang sangat bagus.
“Dalam kurun waktu 50 tahun saya sudah tinggal di pelabuhan rambang, sebelum jalan Riau dibangun ini adalah sungai pelabuhan rambang hanyalah batang besar yang mengangkatnya, di bawah depan rumah saya ini ada tongkang tua terkubur di bawahnya sampai saat ini diperkirakan tongkang itu sudah hancur dan menjadi pondasi rumah warga sehingga pemilik rumah diberi gelar kai tongkang,” bebernya.
Adapun paparan wisawatan yang dulu pernah tinggal di barak dekat pelabuhan Rambang, Rabiatul bahwa saat ini warga bukan hanya menikmati wisata namun sering beli ikan di keramba saat mau pulang pada sore hari.
“Dulu saya juga tinggal di dekat sini namun sudah pindah, pelabuhan rambang tidak hanya tempat wisata namun setelah bersantai kita juga beli ikan di keramba, untuk jenis ikan nila dan patin. Pada tahun 1992 saya bersama suami menjadi orang pertama membawa ikan jenis ini di Palangka Raya menggunakan pesawat ke Banjarmasin, sebelumnya masyarakat memelihara ikan mas, tauman dan haruan saja,” tutupnya.
(Redha)











