SAMPIT – Ketua KNPI Kotawaringin Timur (Kotim) Achmad Julianto membenarkan adanya percakapan terkait perekrutan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di grup WA organisasinya. Isi percakapan salah satu oknum tersebut dinilai ingin ikut campur mengatur dan mengamankan sejumlah orang yang tergabung dalam grup tersebut sebagai anggota PPK jelang pemilihan kepala daerah di Kotim 2024 ini.
Menanggapi hal itu, Achmad Julianto menuturkan bahwa KNPI tidak ikut serta mengatur atau mengamankan anggotanya dijadikan sebagai anggota PPK.
“KNPI tidak ikut cawe-cawe (ikut serta menangani sesuatu) PPK, ” kata Ahmad Julianto, Kamis 25 April 2024.
Kode etik dalam penyelenggara pemilu harus menolak campur tangan dan pengaruh siapapun yang mempunyai kepentingan atas perbuatan, tindakan, keputusan dan putusan yang diambil.
Ahmad meminta agar melakukan klarifikasi kepada oknum tersebut, untuk menjelaskan terkait instruksinya untuk mengamankan pihaknya menjadi anggota PPK.
“Langsung aja ke orangnya, kebetulan dia yang komentar,” tuturnya.
Dalam percakapan tersebut jelas salah satu anggota grup mengajak anggota di grup tersebut agar list namanya dipercepat sehingga bisa dipantau dan diamankan.
“Bisa dipercepat list nya yang daftar biar bisa kita pantau dan amankan, jangan lupa segera lengkapi persyaratannya,” ungkap salah satu anggota grup.
Maksud dari pantau dan mengamankan itu belum jelas. Namun sejumlah anggota di grup tersebut sudah menyetor namannya melalui list yang disediakan.
(Ibra)










