SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) untuk melakukan perbaikan jalan masuk pembangunan pabrik pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis. Hal ini disampaikan untuk mempermudah jalan masuknya mobil proyek pembangunan pabrik limbah medis yang sudah dilakukan peletakan batu pertama oleh Halikinnor pada Rabu 15 Mei 2024.
“Saya sampaikan kepada pak Mentana (Kepala DSDABMBKPRKP Kotim) untuk memperbaiki jalan masuk pembangunan pabrik ini,” ujar Halikinnor usai meletakan batu pertama pembangunan pabrik tersebut, Rabu 15 Mei 2024.
Menurut Halikinnor Jalan masuk pembangunan sekitar 300 meter di Komplek TPA Sampah di Km 14 Jalan Jelan Jendral Sudirman Sampit itu harus secepatnya dilakukan perbaikan mengingat sejumlah peralatan dengan kendaraan berat akan keluar masuk.
“Nanti akan banyak kendaraan yang keluar masuk, jadi saya lihat setengah jalan harus dilakukan pengerasan agar secepatnya dilakukan supaya tidak kendala dalam pembangunanya,” lanjutnya.
Apalagi target selesai pabrik limbah medis satu-satunya yang ada di Kalimantan Tengah dan nomor dua di Pulau Kalimantan setelah di Kalimantan Timur tahun 2025 ini bisa melakukan operasi.
“Target kita 2025 sudah bisa beroperasi dan bisa mengelola limbah medis bahkan dari Banjarmasin dan Kalbar dan Kaltim,” ujarnya
Sementara Kepala DSDABMBKPRKP Kotim Mentana menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan perbaikan mulai bulan April 2024 kemarin, namu diakui tinggal beberapa tahan akan diselesaikan.
“untuk masuk ini, kita sudah mulai mengerjakan sejak april, memang tinggal di dalamnya dekat pabrik ini. Insya Allah minggu ini selesai,” jelas Mentana.
(Ibra)











