Permainan Tradisional Balogo Diharapkan Bisa Terus Dilestarikan

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Peserta lomba balogo kategori pelajar SMA/Sederajat.

PALANGKA RAYA – Permainan tradisional Balogo, menjadi ajang perlombaan di Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2024, di Halaman GOR Indoor Serba Guna, Kota Palangka Raya, Rabu 22 Mei 2024.

Nama Balogo diambil dari kata logo, yaitu bermain dengan menggunakan alat logo. Permainan Balogo merupakan keterampilan memainkan logo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang.

Permainan Balogo bisa dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. Cara atau aturan bermain satu lawan satu dengan beregu pun berbeda.

Jika dimainkan secara beregu, maka jumlah pemain yang melakukan permainan harus sama dengan jumlah pemain yang logonya dipasang untuk dirobohkan. Untuk jumlah pemain beregu minimal dua orang dan maksimal lima orang.

BACA JUGA:   Peringati Hardiknas 2024, Gubernur Kalteng Luncurkan Program 1000 Rumah Guru DP 0 Persen dan Penyaluran Beasiswa TABE

Nantinya, jumlah logo yang dimainkan adalah sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan. Cara memasang logo ini adalah didirikan berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Ketentuannya, regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan yang akan menjadi pemenangnya.

Permainan Balogo dipercaya masyarakat Suku Dayak di Kalimantan Tengah (Kalteng) zaman dahulu sebagai permainan yang bisa mengukur tingkat kesuburan (keberuntungan) kehidupan mereka.

BACA JUGA:   Alasan Kuat Supian Hadi Maju di Pilkada 2024

Permainan ini juga menanamkan nilai-nilai budaya bagi memainkan permainan tradisional Balogo misal kejujuran, tidak egois, kerja sama, sikap kerja keras dan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan persoalan.

Ketua Dewan Juri Lomba Balogo, Abdullah mengatakan bahwa lomba ini merupakan adalah salah satu cara untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya masyarakat Kalteng.

“Selain itu, mudah-mudahan dengan adanya perlombaan ini permainan/olahraga tradisional suku Dayak Kalteng dapat dilestarikan oleh anak muda sekarang,” tuturnya.

(Sya’ban)