PALANGKA RAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR) melalui Kementerian Agama dan Pemberdayaan Perempuan menggelar seminar Woman Connect Summit di Aula Pasca Sarjana UPR, Rabu 5 Juni 2024.
Kegiatan itu mengangkat tema ‘Memulai Ekonomi Kreatif dan Digital Branding Dalam Pengembangan Kewirausahaan’ dan menghadirkan narasumber Muhammad Ansary selaku pengusaha dan Nurlika Eka Damayanti Dosen FEB UPR.
Kementerian Agama dan Pemberdayaan Perempuan BEM UPR Dida Pramida menyampaikan, seminar Women Connect Summit merupakan program kerja dari kementeriannya.
“Program kerja ini merupakan suatu forum yang bertujuan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya mahasiswi UPR baik dalam karakter, pengetahuan, dan keterampilan serta sebagai forum berbagi pengalaman antara perempuan atau mahasiswi,” kata Dida.
Dida melanjutkan, perempuan sekarang ini khususnya mahasiswi harus siap dalam tantangan kedepan, karena perempuan kerap hanya dijadikan sebagai pelengkap pada aspek aspek tertentu, padahal peran perempuan sangat penting dalam aspek apapun.
“Maka dari itu kami mengadakan Woman Connect Summit sebagai jawaban dan alternatif bagi mahasiswi-mahasiswi UPR dengan mengadakan seminar, diskusi, talk show dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Pada saat ini kata Dida, perempuan harus meningkatkan value dirinya dengan mengikuti Kursus, seminar maupun pelatihan agar dapat bersaing sesuai tantangan zaman.
“Harapannya setelah adanya Woman Connect Summit ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswi-mahasiswi UPR untuk bisa terus berkarya dan berinovasi,” harapnya.
Dida berharap, kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan apa yang disampaikan narasumber bisa menjadi bekal mahasiswa UPR untuk mengembangkan keterampilan dan mampu menciptakan inovasi baru kedepan.
“Tentu forum ini akan terus ada dengan harapan mahasiswi yang mengikuti forum ini akan semakin bertambah dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh forum ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswi UPR dalam menghadapi keadaan yang ada untuk terus berinovasi, berkarya, dan meningkatkan value diri sebagai seorang perempuan,” tutup Dida.
(syauqi)











