NANGA BULIK – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-78, Polres Lamandau mengadakan kegiatan Bakti Kesehatan yang mengobati kerinduan para penyandang disabilitas akan perhatian dan layanan kesehatan yang memadai.
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu 26 Juni 2024 pagi di Joglo Polres Lamandau dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Lamandau, Kompol Permadi.
Kegiatan yang dilaksanakan dihadiri oleh pejabat utama (PJU) Polres Lamandau, Wakil Cabang Bhayangkari Lamandau Ny. Hilda Permadi, Ibu-ibu Bhayangkari, Kasidokkes Polres beserta anggota, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau.
Anak-anak disabilitas beserta guru dari Yayasan Patmos Lamandau juga turut hadir, menambah kehangatan acara tersebut.
Dalam acara ini, personel Dokkes Polres Lamandau memberikan berbagai layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh para penyandang disabilitas.
Mulai dari pemeriksaan tekanan darah hingga penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), semua dilakukan dengan penuh kasih sayang dan perhatian.
Selain itu, mereka juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk demonstrasi enam langkah mencuci tangan yang benar untuk mencegah penyebaran penyakit.
Kapolres Lamandau melalui Wakapolres Kompol Permadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan lebih dari sekedar memberikan layanan kesehatan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan kepada penyandang disabilitas. Dengan adanya penyuluhan dan pemberian bantuan, diharapkan para siswa dapat lebih termotivasi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan,” ujarnya.
Kehadiran para penyandang disabilitas dalam kegiatan ini mencerminkan kerinduan mereka akan perhatian dan layanan kesehatan yang inklusif.
Bakti Kesehatan yang digelar Polres Lamandau tidak hanya memenuhi kebutuhan medis mereka, tetapi juga memberikan mereka rasa dihargai dan diperhatikan.
“Hal ini sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara Ke-78 yang mengedepankan solidaritas dan kepedulian terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.” pungkasnya.
(Andre)











