Kotim Darurat Stunting, Ini Intruksi Bupati kepada Dinas, Camat hingga Kades

SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menerima laporan bahwa Kotim terendah dalam penanganan stunting Juni 2024.

Ia menilai angka penurunan stanting diduga karena sedikitnya jumlah anak yang terdata dari posyandu atau puskesamas sehingga data belum akurat.

“Sebagian kecil saja anak-anak ditimbang di posyandu, kita belum tahu apakah karena tidak buka, atau buka tapi tak ada yang datang,” ungkap Halikinnor, Kamis 27 Juni 2024.

Karena tidak ditimbang, lanjutnya, hasilnya belum bisa menggambarkan keseluruhan angkat stunting Kotim, sehingga ia memerintahkan segenap kecamatan untuk bergerak mendata dan datang kerumah-rumah melakukan pengukuran dan penimbangan.

“Pemkab sudah membuat program grebek stunting dengan memberikan susu dan telur ke rumah-rumah untuk anak-anak. Namun hasilnya terlihat malah semakin menurun dan selama ini hanya dinas kesehatan yang bergerak maka dari itu kali ini semua harus terlibat,” katanya.

Menurutnya, dibentuk tim setiap desa di kecamatan-kecamatan untuk bergerak melakukan pendataan anak-anak agar mengetahui hasilnya secara akurat nantinya.

Berdasarkan data Aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Kemenkes RI pengukuran dan intervensi serentah pencegajan stanting Kabupaten Kotim dengan target 40.361 balita sasaran, namun yang sudah diukur sebesar 10,95 persen, atau total 4.419 balita, dengan 993 balita bermasalah atau 22,47 persen. Setelah dilakukan penimbangan akan dimasukan data dan muncul di E-PPGBM.

(nardi)

baca juga ...  Sepanjang Tahun 2023, Kasus Tindak Pidana dan Laka Lantas di Katingan Meningkat
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!