NANGA BULIK – Penjabat (Pj) Bupati Lamandau, Lilis Suriani, melakukan kunjungan langsung ke lokasi banjir yang memutus akses Jalan Trans Kalimantan di Desa Penopa, Kecamatan Lamandau, Jumat 5 Juli 2024.
Ketinggian air yang mencapai 1,5 meter membuat jalan sepanjang 200 meter tersebut tidak bisa dilewati kendaraan, menghambat aktivitas harian dan perekonomian warga setempat.
Banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi sejak malam hingga pagi hari ini menambah daftar panjang persoalan infrastruktur yang kerap menjadi langganan banjir setiap tahunnya.
“Karena curah hujan yang tinggi dari tadi malam hingga pagi ini, Jalan Trans Kalimantan yang berada di Desa Penopa sepanjang 200 meter terendam banjir dengan ketinggian air kurang lebih mencapai 1,5 meter sehingga tidak bisa dilewati kendaraan,” ujar Lilis saat dikonfirmasi pada Sabtu 6 Juli 2024.
Lokasi banjir ini merupakan jalur vital yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Kalimantan Barat, sehingga terputusnya akses jalan ini tidak hanya berdampak pada masyarakat lokal, tetapi juga mempengaruhi distribusi barang antarprovinsi.
Pj Bupati menambahkan bahwa banjir ini secara signifikan menghambat aktivitas dan perekonomian masyarakat, baik yang berada di sekitar Desa Penopa maupun yang sering melewati jalan ini untuk aktivitas bisnis mereka.
Dalam kunjungannya, Pj Bupati Lilis Suriani meminta perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat untuk mengatasi masalah yang berulang ini.
“Kami meminta pemerintah pusat untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat karena jalan ini merupakan jalur lalu lintas antar provinsi dan menjadi langganan banjir setiap tahunnya,” tegasnya.
Selain meminta bantuan pusat, pemerintah daerah juga terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir di daerah rawan banjir.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan bantuan logistik dan kebutuhan mendesak lainnya dapat segera disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Fenomena banjir ini tidak terlepas dari perubahan iklim yang menyebabkan cuaca ekstrem dan curah hujan yang tidak menentu.
Lilis berharap masalah banjir yang kerap melanda wilayah Kabupaten Lamandau dapat segera teratasi, sehingga aktivitas dan perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa gangguan.
(Andre)











