SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah harapkan selama kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dilarang melakukan kegiatan yang mengakibatkan adanya kekerasan fisik.
MPLS merupakan periode singkat di awal tahun ajaran yang dirancang khusus untuk memperkenalkan siswa baru dengan lingkungan sekolah, proses pembelajaran, serta komunitas sekolah yang akan menjadi tempat mereka belajar dan berkembang selama beberapa tahun ke depan.
“Selama masa pengenalan tidak ada lagi kekerasan atau tindakan fisik selama MPLS ini. Guru-guru harus lebih banyak mengedukasi siswa di kelas,” kata Muhammad Irfansyah, Selasa 9 Juli 2024.
Hal disampaikan Irfansyah saat membuka secara resmi MPLS tahun ajaran 2024/2025 di SDN 3 Mentawa Baru Hulu Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa 9 Juli 2024 pagi.
“Mungkin saya lebih menekankan kepada guru-guru selama masa pengenalan ini. Bagaimana guru mengenalkan kepada anak-anak kepada lingkungan sekolah, baik kantin, ruangan kelas dan nama guru-guru,” lanjutnya.
Dijelaskan MPLS ini akan berjalan sampai tanggal 20 Juli 2024 ini. Untuk itu, Irfansyah berharap pihak sekolah harus memanfaatkan waktu untuk memberikan edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak.
Ia juga menjelaskan MPLS ini merupakan  kesempatan bagi guru kelas 1 dan 2 untuk memiplementasikan materi transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, mengingat guru-guru ini sudah dibekali pemahaman oleh dinas pendidikan.
“Di masa MPLS di ini bisa digunakan dengan baik bisa di isi dengan pengenalan. Harus dipahami bahwa anak-anak ini memiliki karakter yang berbeda beda dan juga jangan calestum atau tes-tes,” pungkasnya.
(ibra)











