SAMPIT- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur meminta guru-guru aktif menerapkan platform merdeka mengajar (PMM) guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
PMM dibangun untuk menunjang implementasi kurikulum merdeka agar dapat membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman tentang kurikulum merdeka.
Sementara saat ini kurikulum merdeka sudah dijadikan sebagai kurikulum nasional pada tahun ajaran 2024/2025 atau tahun ajaran baru yang didalamnya menuntut para guru aktif menggunakan PPM.
“Dengan adanya kurikulum merdeka harapannya para Guru dapat menerapkan PPM. Kita telah merubah metode pembelajaran saintifik, menjadi lebih banyak inovasi dan kreasi,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, Senin 15 Juli 2024.
PMM tersedia dan dapat diinstal di unduh pada perangkat Android. Di sisi lain, para guru juga dapat mengakses pembelajaran, pelatihan, dan kolaborasi dengan Guru lainnya.
“Platform ini dibuat untuk mendukung para guru dalam proses pembelajaran, sumber daya, dan alat bantu dalam pengajaran yang inovatif dan efektif,” lanjutnya.
Lanjutnya, para guru harus secara mandiri mempelajari proses pembelajaran PMM karena untuk PMM saat ini, para guru tidak mendapatkan Training of Trainers (ToT).
Selain itu, platform ini juga disediakan untuk menjadi teman penggerak bagi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya. informasi lebih lanjut tentang kurikulum merdeka dapat dilihat di halaman ini.
“Guru-guru bisa harus aktif di platform merdeka mengajar, karena di sini sudah tidak ada Training of Trainers,” pungkasnya.
(ibra)











