SAMPIT – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos jaga Sampit, Muriansyah melakukan giat observasi lokasi kemunculan dan gangguan beruang madu, di
Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Berdasarkan pengamatan dan observasi petugas dilokasi, beruang madu tersebut merusak dan memakan tanaman warga serta sarang tawon.
“Keberadaan beruang madu awalnya diketahui oleh seorang warga dan segera ia melapor kepada kami,” kata Muriansyah pada Minggu 18 Agustus 2024.
Dari keterangan pelapor, Beruang diperkirakan berjumlah lima ekor, satu jantan besar, satu indukan besar dan tiga ekor anak.
Petugas yang tiba di lokasi, menemukan satu buah bekas sarang beruang di sebatang pohon serta bekas cakaran di sejumlah batang.
Muriansyah juga mengatakan bahwa setiap tahun saat kemarau seperti ini, beruang keluar untuk mendekati kebun atau ladang dan pemukiman warga karena kekurangan makan dan minum sekaligus menghindari api kebakaran di titik-titik hutan, semak belukar.
“Hampir setiap tahun disaat musim kemarau kami menemukan dan mendapatkan laporan semacam ini,” ungkapnya.
Selanjutnya ia memberikan pengarahan warga dan masyarakat setempat terkait perilaku beruang madu, yang sangat agresif dan tetap berhati-hati saat keluar pada malam hari.
(Sattar)











