PALANGKA RAYA – Bakal Calon Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Willy M Yoseph, menyatakan pentingnya perlindungan dan pengakuan terhadap masyarakat hukum adat.
“Masyarakat adat ini memiliki komunitas yang telah ada secara turun-temurun. Hak mereka harus dilindungi dan tidak boleh diabaikan begitu saja,” tegas Willy, Kamis 19 September 2024.
Mantan Bupati Murung Raya ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak perubahan kebijakan yang merugikan masyarakat adat. Menurutnya, eksploitasi wilayah adat tanpa kompensasi memadai telah menimbulkan berbagai persoalan.
Willy juga menyoroti kendala yang dihadapi masyarakat hukum adat dalam memperjuangkan hak-hak mereka di tingkat nasional.
“Biasanya perjuangan mereka lolos di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi. Namun sering kandas di tingkat nasional, baik di eksekutif maupun legislatif, karena benturan dengan apa yang disebut sebagai kepentingan nasional,” jelasnya.
Terkait semakin sempitnya ruang hidup masyarakat, Willy menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat.
“Siapapun yang mengambil wilayah kehidupan mereka di sekitar hutan atau perkebunan, harus memiliki komitmen untuk memberdayakan mereka. Dengan diberdayakan, mereka akan memiliki kehidupan, pendapatan, dan juga dihargai,” ujarnya.
Willy, bersama dengan Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Habib Ismail Bin Yahya, berjanji akan melakukan perubahan signifikan jika terpilih di Pilgub Kalteng 2024.
“Kami akan melakukan perubahan yang cukup keras, mulai dari kepemimpinan hingga pengelolaan SDM dan SDA yang saat ini terlihat kurang berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa sumber daya manusia (SDA) harus dilestarikan untuk kesejahteraan masyarakat. “SDA kita harus kita jaga dan lestarikan, tentunya juga untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(Syauqi)











