SAMPIT – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih mengalami krisis stok darah terutama golongan darah A yang belum meningkat secara signifikan.
Kepala UTD PMI Kotim dr. Aldila Tiurmawati Lumban Gaol mengatakan bahwa persediaan darah di UTD PMI Kotim pada tanggal, 24 September 2024, masih dalam tahap krisis dengan golongan A 21 kantong, golongan B 64 kantong, golongan O 139 kantong dan golongan AB 14 kantong.
Dirinya juga mengaku krisis stok darah ini diakibatkan oleh tingginya permintaan kantong darah oleh RSUD dr Murjani Sampit untuk kebutuhan pasien yang membutuhkan kantong darah.
“Tingkat partisipasi masyarakat dalam melakukan donor darah sangat minim, sedangkan kami setiap harinya mendistribusi darah 20 kantong darah untuk semua golongan darah” kata dr. Aldila Tiurmawati Lumban Gaol, pada Kamis 24 September 2024.
Melihat kondisi tersebut dirinya, mengajak seluruh masyarakat dan instansi pemerintah yang ada di Kotim untuk melakukan donor darah ke PMI baik secara individu maupun berkelompok demi memenuhi kebutuhan stok darah di PMI.
“Untuk saat ini kami berharap agar masyarakat dan instansi yang ada di Kota Sampit agar bisa berpartisipasi dalam melakukan donor supaya dapat membantu antar sesama,” ujarnya.
Sampai saat ini PMI Kotim sedang berusaha memenuhi kebutuhan darah untuk di distribusikan ke RSUD dr Murjani, dengan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dan instansi pemerintah agar dapat melakukan pendonoran darah.
“Kami sedang giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan instansi pemerintah untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di PMI Kotim,” ungkapnya.
(sattar)Â











