SAMPIT – Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Langkap menyampaikan harapan agar komunikasi internal di RSUD dr Murjani Sampit antara pimpinan dengan bawahan dapat lebih sinkron.
“Adanya perbedaan persepsi antara manajemen RS dan satpam dalam menentukan kapasitas kuota antrean,” ungkapnya, Jumat 18 Oktobee 2024.
Ia bercerita ketika ke RSUD dr Murjani Sampit beberapa waktu lalu menanyakan antrean pasien apakah sudah penuh apa masih bisa daftar. Kemudian jawaban satpam adalah sudah penuh.
“Saya tanya kenapa penuh berapa kuota pasien penuh itu, dijawab satpam bahwa itu sesuai kata dokternya, kalau penuh berarti penuh,” kata Langkap menceritakan dirinya berbincang dengan satpam.
Sementara dari Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia mengatakan bahwa kuota sekitar 36 pasien dalam sehari, sehingga perbedaan persepsi ini harusnya disampaikan kebawahan dan masyarakat tidak kecewa dengan pelayanan yang didapat.
“Ini menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat yang seharusnya bisa menjadi bahan evaluasi bagi pihak RS,” ungkapnya.
Selain itu, Langkap juga menekankan pentingnya informasi yang jelas di lingkungan Rumah Sakit, terutama terkait petunjuk arah agar pasien tidak mengalami kesulitan saat mencari layanan. Ia berharap masalah komunikasi internal ini bisa segera diperbaiki demi kenyamanan masyarakat.
(nardi)











