SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun masih menggunakan kendaraan pribadinya untuk keperluan dinas sejak dilantik. Hingga kini, fasilitas mobil dinas bagi pimpinan DPRD Kotim belum tersedia.
“Saya masih bisa menggunakan mobil pribadi untuk menunjang kegiatan dinas, jadi tidak ada masalah,” ucapnya, Rabu 23 Oktober 2024.
Rimbun tidak bersedia berkomentar mengenai alasan di balik belum tersedianya mobil dinas, mengingat hal tersebut merupakan urusan sekretariat DPRD.
“Soal itu, saya tidak tahu karena itu di bawah tanggung jawab sekretariat,” tambahnya.
Kondisi serupa juga dialami oleh para Wakil Ketua I DPRD Kotim, yang hingga saat ini masih menggunakan kendaraan pribadi dalam menjalankan tugas mereka.
Dalam kesempatan terpisah, mantan Ketua DPRD Kotim, Rinie, turut memberikan klarifikasi terkait kabar yang menyebut dirinya belum mengembalikan mobil dinas. Rinie menjelaskan bahwa proses pengembalian kendaraan tersebut masih berlangsung di bagian aset daerah.
“Bukan karena tidak mau mengembalikan, tapi saat ini masih dalam proses. KPKNL yang menentukan nilai tebusannya, dan bagian aset lebih paham mengenai proses tersebut,” jelas Rinie, Minggu 20 Oktober 2024.
Rinie, yang kini duduk di Komisi IV DPRD Kotim, menambahkan bahwa Ketua DPRD saat ini, Rimbun, serta pihak Sekretariat DPRD, sudah mengetahui proses tersebut.
“Masalah ini terjadi di seluruh Indonesia, mobil dinas harus dinilai terlebih dahulu,” ungkapnya.
Terkait kendaraan lain, Rinie mengaku sudah mengembalikan mobil Hilux yang sebelumnya ia gunakan. Rudianur, yang kembali menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kotim, juga diberikan pilihan untuk tetap menggunakan unit lamanya atau memilih yang baru, dan Rudianur memilih untuk tetap memakai yang lama.
(nardi)











