SAMPIT – Realisasi anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr Murjani Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah melebihi Rp37 miliar dari yang dianggarkan sebelumnya.
Walau sudah melebihi anggaran untuk menunjang kegiatan operasional mereka, sementara di lapangan masih banyak keluhan masyarakat terkait pelayanan di RSUD dr Sampit ini.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiasyah menyampaikan berdasarkan hasil pembahasan dalam rapat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, realisasi anggaran BLUD telah mencapai Rp115 miliar.
“Sementara pagu yang ditetapkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada anggaran murni hanya sebesar Rp78 miliar,” kata Riskon, Rabu 23 Oktober 2024.
Dana BLUD dipakai operasional dan bahan obat-obatan dan lainnya, karena realisasi anggaran BLUD telah melampaui target, dilakukan perubahan penetapan pagu di APBD Perubahan dan kelebihan tersebut dialokasikan untuk kebutuhan operasional rumah sakit dan pembelian obat-obatan.
Dalam rapat yang digelar beberapa waktu lalu juga diajukan penganggaran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) selama dua bulan hingga akhir tahun, karena belum memiliki pagu anggaran.
“Sekitar Rp1,5 miliar untuk gaji dan insentif nakes RSUD merupakan kewajiban dari Pemkab Kotim, sementara BLUD dipakai operasional dan bahan obat-obatan dan lainnya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya netizen sosial media kembali menyoroti RSUD dr Murjani Sampit, setelah seorang warganet Siti Fathonah mengeluhkan pembatalan sepihak layanan pendaftaran pasien melalui aplikasi JKN online, sehingga mereka tak dapat berobat hari itu dan tidak ada solusi diberikan.
Ia juga mempertanyakan kebijakan rumah sakit yang membatalkan pendaftaran pasien karena pergantian dokter, harusnya pasien jangan dikorbankan.
Warganet lain juga mengungkapkan bahwa pasien sering kesulitan mendapatkan antrean meski sudah mendaftar jauh hari sebelumnya.
Banyak netizen membagikan ulang keluhan ini, dan menceritakan pengalaman serupa tentang buruknya manajemen pelayanan RSUD dr Murjani.
Mereka berharap agar pihak rumah sakit segera memperbaiki manajemen dan pelayanannya, mengingat tingginya jumlah pasien yang membutuhkan layanan cepat dan efektif.
(Nardi)











