SAMPIT – Tampil dalam debat publik Pilkada Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2024, pasangan nomor urut 3 Rudini-Paisal mendapatkan pertanyaan terkait dengan pembangunan infrastruktur yang belum merata.
Pertanyaan tersebut dibacakan oleh moderator Alfath Tauhid yang telah sediakan oleh lima orang panelis. Usai mendapatkan kesempatan untuk memberikan jawaban, M. Rudini yang merupakan pasangan calon Bupati dari Paisal Damarsing mengungkapkan bahwa selama mereka melakukan kampanye dari hulu sampai hilir memang rata-rata masyarakat selalu mengeluhkan masalah infrastruktur jalan, khususnya yang sampai ke desa.
“Disinilah kami hadir, dalam visi misi kami setahun itu 100 kilo jalan. Artinya dalam 5 tahun kami target kan sebanyak 500 kilo pembangunan jalan untuk menunjang ketertinggalan infrastruktur, bagaimana kita berbicara yang lain kalau infrastruktur jalan saja tidak bisa kita maksimalkan. Artinya jika kami diberikan amanah itu bukan program prioritas lagi, itu akan menjadi program wajib kami,” ungkap Rudini dalam debat publik pertama Sabtu 26 Oktober 2024 malam.
Rudini juga mengakui bahwa pihaknya mengerti bagaimana keuangan daerah yang selama ini terkendala. Maka dari itu, pasangan nomor urut 3 itu memiliki solusi agar bisa di memaksimalkan melalui program dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Dimana kami diusung oleh partai amanat nasional (PAN) yang alhamdulillah dari Kalteng itu sudah ada mewakili DPR RI yang menduduki Komisi 5 dan nantinya pastinya akan bersinergi dengan kami pasangan calon urut nomor 3 dan juga masih banyak program-program yang nantinya akan kita memaksimalkan,” kata Rudini.
“Salah satunya kami juga nanti akan melakukan audit terhadap kondisi infrastruktur jalan secara menyeluruh yang ada di seluruh kecamatan di Kotim, perbaikan jalan-jalan yang menghubungkan pusat produksi pertanian adalah yang paling utama melalui lokasi anggaran khusus kami akan bekerjasama dengan pemerintah kecamatan. Kami juga berencana memperkuat kerjasama dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan tambahan anggaran dalam pembangunan tempat struktur yang strategis,” jawab Paisal menambahkan.
Lewat debat publik pertama Pilkada Kotim bulan November mendatang itu juga diungkapkan bahwa Kabupaten Kotim merupakan yang terbesar kedua di Kalimantan Tengah akan tetapi belum berbanding lurus dengan kondisi infrastruktur jalan sebagaimana data RPJMD daerah ini pada tahun 2025-2029, bahwa kondisi jalan kategori rusak 19,54 perse dan rusak ringan 43,16 persen hal tersebut tentu saja memberikan dampak terhadap akses pelayanan kepada masyarakat baik pada bidang pendidikan kesehatan dan ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (im/adv)










