PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bryan Iskandar, menekankan pentingnya peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengembangkan perekonomian di pedesaan.
Menurut Bryan, BUMDes dapat berfungsi sebagai instrumen efektif untuk mendukung dan menggerakkan aktivitas ekonomi di desa.
“BUMDes memungkinkan masyarakat desa untuk mengelola potensi ekonomi lokal demi kesejahteraan mereka,” kata Bryan, Senin 28 Oktober 2024.
Politisi muda dari Partai NasDem ini menyebut bahwa BUMDes di Kalteng memiliki peluang besar untuk mengembangkan berbagai produk, seperti hasil olahan pertanian, perkebunan, peternakan, dan kerajinan tangan.
Bryan mencontohkan BUMDes yang telah berhasil membuka usaha kerajinan tangan berbahan alami di kawasan hutan Kalteng, yang hasilnya bisa dijual ke pasaran dan menjadi alternatif penghasilan bagi masyarakat setempat.
Selain sebagai penggerak ekonomi, Bryan menjelaskan bahwa BUMDes juga dapat berfungsi sebagai alat pembiayaan bagi warga desa dalam mengembangkan usaha mereka. BUMDes bisa menyediakan layanan pinjaman modal, tabungan, serta kemitraan usaha dengan pihak luar.
“Melalui program-program ini, masyarakat desa bisa memperluas usaha mereka dan menciptakan lapangan kerja baru,” ungkapnya.
Bryan mendorong pemerintah daerah agar lebih serius dalam memperhatikan pengembangan BUMDes, termasuk membantu pengurus BUMDes mengelola sumber daya ekonomi desa secara profesional.
“Sarana dan prasarana yang memadai sangat penting. Infrastruktur yang baik akan menunjang kesuksesan BUMDes,” tambah Bryan.
Namun, Bryan juga menyadari bahwa pengembangan BUMDes dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti kurangnya pemahaman masyarakat akan manfaat BUMDes, keterbatasan pengetahuan tentang manajemen usaha, serta minimnya akses informasi dan teknologi.
Ia menegaskan pentingnya pendampingan dan pelatihan bagi masyarakat desa untuk memaksimalkan potensi BUMDes.
“Pendampingan dan pelatihan dari skala kecil hingga besar perlu dilakukan agar BUMDes dapat berperan optimal dalam mendukung ekonomi desa,” tutupnya.
(Sya’ban)










