Pedagang Terus Dipungut, PPM Tidak Pernah Diperhatikan

SAMPIT – Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digelar dengan pembahasan revitalisasi pasar PPM Sampit, Kamis 7 November 2024.

Anggota Komisi II DPRD Kotim, Hendra Sia, menyampaikan bahwa keluhan pedagang terkait parkir, kebersihan, dan retribusi ini muncul di tengah sepinya pengunjung di Pasar PPM.

“Pedagang sudah membayar retribusi bulanan, tapi perbaikan fasilitas di Pasar PPM minim sekali,” kata Hendra Sia.

Begitu juga dengan kebersihan dan aroma tak sedap, padahal, ada uang kebersihan yang dipungut dari pedagang, tapi kenapa petugas kebersihan seakan tak pernah bekerja.

“Jika bau dan kotor, maka petugas kebersihan kemana,” kata Hendra.

Ia juga menyoroti adanya pedagang ikan yang berjualan di area parkir, yang seharusnya berfungsi sebagai lahan parkir. Hal ini membuat area tersebut menjadi basah, kotor, dan menimbulkan aroma yang tidak sedap.

“Apakah penjualan di area parkir itu memang diperbolehkan dan apa dasarnya mengapa berjualan disitu,” ujarnya.

Menurutnya, harus ada solusi agar Pasar PPM kembali menarik minat pengunjung, baik melalui konsep dagangan yang unik atau solusi perbaikan lainnya.

Berdasarkan keterangan salah satu pedagang mengeluhkan bahwa retribusi yang dibayarkan seharusnya digunakan untuk memperbaiki fasilitas di PPM.

Seperti listrik, lampu dan keamanan, mengingat kondisi pasar yang rawan pencurian, karena selama di PPM biaya retribusi semakin naik padahal PPM semakin sepi.

Pedagang juga meminta transparansi dalam pengelolaan dana retribusi, karena merasa pemerintah kurang hadir dalam memperhatikan kondisi pasar.

Kondisi pasar ikan di PPM juga memprihatinkan, lantainya rusak, licin, kotor, dan bau sehingga membuat masyarakat semakin sedikit berkunjung. Petugas kebersihan hanya terlihat sesekali sehingga kondisi pasar semakin kumuh dan tidak terawat.

baca juga ...  Tiga SD di Disdik Kotim Dapat Pembangunan Rumah Dinas Guru

“Sejak awal, konsep Pasar PPM adalah semi-modern, tapi kini perlu diubah menjadi pasar modern agar bisa lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!