SUKAMARA – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Sukamara nomor urut 01, Kaspinor – Jondi Iskandar saat debat publik kedua yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukamara berkomitmen akan mewujudkan Kabupaten Sukamara yang berprestasi, maju dan sejahtera.
Selain itu misi dari Paslon 01 yaitu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata pemerintahan yang profesional bersih dan amanah.
Kaspinor – Jondi Iskandar mengungkapkan hal itu saat statement pembuka pada debat publik pertama Pilkada Sukamara 2024 yang digelar di GSG Sukamara pada Minggu 17 November 2024 pukul 10.00.WIB.
“Kami akan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang berdaya saing, berkarakter dan berintegritas, lalu penguatan ekonomi dengan pemberdayaan kearifan lokal, pengembangan potensi sumberdaya alam dan pariwisata,” kata Jondi Iskandar.
“Selain itu pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang tetap mempertahankan kelestarian budaya dan lingkungan,” lanjut Jondi Iskandar.
Sementara itu, Kaspinor calon bupati Sukamara nomor urut 01 itu mengatakan bahwa visinya berprestasi dalam penyelanggaraan pemerintah, pelayanan publik, penggerakan ekonomi daerah, berdaya saing menuju Sukamara bersinar. Sukamara maju, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata.
Secara garis besar, program yang disampaikan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Sukamara nomor urut 01 adalah peningkatan pelayanan birokrasi pemerintah yang baik, transparan dan amanah, berbasis digital hingga kepedesaan.
“Kerjasama antar pemerintah kabupaten dan provinsi, akselerasi pembangunan dan optimalisasi akses pelayanan dasar dan mewujudkan peningkatan APBD dan alokasi anggaran yang tepat sasaran, secara adil dan merata,” kata Kaspinor.
“Memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mengatasi stunting, mengurangi angka kemiskinan, mengatasi pengangguran dan pembangunan, peningkatan infrastruktur serta pemenuhan kebutuhan air bersih,” lanjut Kaspinor.
“Peningkatan jaminan perlindungan sosial yang tepat sasaran dan inklusif, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya alam, pengembangan sarana prasarana rumah ibadah, balai adat budaya, peningkatan insentif RT RW, pramu kebersihan, hibah sosial seni budaya,” tukas Kaspinor.
(enn)











