PALANGKA RAYA – Banjir yang menggenangi Jalan Anoi dan sebagian rumah warga di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, akibat luapan Sungai Kahayan, telah berlangsung selama sepekan.
Meski situasi ini menimbulkan tantangan, anak-anak justru memanfaatkan genangan air sebagai wahana bermain dan berenang.
Erwin Effendi, salah satu warga Jalan Anoi, mengatakan bahwa banjir tahunan ini sudah menjadi pemandangan biasa bagi warga setempat. Namun, ia tetap merasa khawatir terhadap keselamatan anak-anak yang bermain di tengah banjir.
“Anak-anak suka mandi dan berenang di sini saat banjir. Kami sebagai orang tua harus tetap menjaga mereka agar aman,” ujar Erwin, Senin 25 November 2024.
Meski situasi banjir sudah berlangsung selama seminggu, Erwin mengaku aktivitas warga masih berjalan lancar. Kendaraan roda dua maupun roda empat tetap dapat melintas meskipun harus berhati-hati.
“Aktivitas tetap normal, semuanya aman-aman saja,” tambahnya.
Erwin juga berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur jalan agar banjir tahunan ini tidak terus berulang.
“Harapan kami, pemerintah bisa meninggikan jalan ini supaya tidak banjir lagi. Kami ingin akses jalan lebih nyaman,” katanya.
Sementara itu, Muhammad Ersan, warga lainnya, mengungkapkan bahwa banjir seperti ini sudah menjadi langganan setiap musim hujan. Menurutnya, kondisi ini membuat warga waspada jika ketinggian air terus meningkat.
“Banjir sudah biasa terjadi setiap tahun. Tapi, kami khawatir kalau air makin naik, rumah-rumah warga tidak bisa dihuni, dan kami harus mengungsi seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Ersan.
Dari pantauan di lapangan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Beberapa rumah warga juga terendam, meski hanya hingga bagian emperan.
Ersan berharap pemerintah dapat segera mencari solusi untuk mengatasi masalah banjir ini.
“Semoga jalan ini bisa ditinggikan, agar kami tidak terus-terusan mengalami banjir seperti ini,” harapnya.
(Syauqi)











