SAMPIT – Puluhan armada pelangsir di SPBU 65743.003 Simpang Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur meresahkan pengguna jalan yang melintas.
Menurut informasi dari Sapriyadi Mahfud seorang sopir taksi kemarin sore ia melintas di depan SPBU tersebut nyaris mencelakai dirinya bersama penumpang.
“Saat sore itu saya melintas dengan santai, namun tiba-tiba ada unit armada yang dimodifikasi menyelonong menyeberang jalan seperti saling mendahului memotong jalan lintas untuk masuk ke SPBU,” ungkapnya, Sabtu 30 November 2024.
Saat itu menurutnya nyaris terjadi kecelakaan yang mana empat orang penumpangnya berteriak ketakutan dan hampir celaka.
“Beruntungnya saat itu saya sempat mengerem mendadak dan unit pelangsirnya lolos sehingga tidak terjadi kecelakaan,” bebernya.
Menurutnya hal itu bukan pertama kali terjadi, bagi rekannya sesama sopir juga pernah mengalami hal demikian di lokasi tersebut.
Diketahui bahwa pelangsir solar dan pertalite di SPBU tersebut biasanya mulai beroperasi jika BBM datang sejak pukul lima sore hingga delapan malam.
Namun pada Jumat kemarin aktivitas pelangsir masih berlangsung hingga pukul sembilan malam sehingga membuat antrean unit langsir panjang menumpuk di bahu jalan.
“Biasanya di situ jika ada pertalite datang, maka solar tutup, begitu sebaliknya. Namun biasanya langsir pertalite itu pagi hari,” sebut seorang sumber.
Menurut sumber bahwa para pelangsir juga menyetor ke oknum di SPBU tersebut sebesar Rp250 per liter di luar HET.
Dari informasi sumber lain bahwa hari ini sejak pukul 14.00 WIB aktivitas pelangsiran sudah mulai berjalan dan antrean panjang cukup menganggu arus lalu lintas.
(Jimmy)











